Pasar Modal Ultah ke-30, IHSG Malah Anjlok 50 poin

Pasar Modal Ultah ke-30, IHSG Malah Anjlok 50 poin

- detikFinance
Jumat, 10 Agu 2007 11:38 WIB
Jakarta - Di tengah perayaan meriah 30 tahun pasar modal Indonesia, IHSG pada akhir perdagangan sesi pagi malah terkena dampak dari bursa global. Pada penutupan perdagangan Jumat (10/8/2007) sesi I, IHSG ditutup melemah 50,790 poin (2,27%) menjadi 2190,612.Indeks LQ-45 turun 11,627 poin (2,51%) pada level 452,235 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 7,913 poin (2,13%) pada level 364,148.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi senilai Rp 1,4 triliun. 160 saham turun, 7 saham naik, dan 27 saham stagan.Saham yang turun antara lain PGAS turun 300 poin menjadi Rp 10.250 per saham, UNTR turun 250 poin menjadi Rp 7.650, dan TLKM turun 200 poin menjadi Rp 10.700.Penurunan IHSG terjadi anjloknya bursa global yang sedang anjlok yang akhirnya menyeret IHSG. Namun hal ini diyakini hanya bersifat sementara.Hal tersebut disampaikan Dirut PT Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah di sela-sela peringatan 30 tahun pasar modal Indonesia di BEJ, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (10/8/2007)."Kemarin kan semua bursa turun, ini dampaknya juga negatif ke kita, ini koreksi untuk yang kemarin, pernah kita naik ketika indeks global turun semua," ujarnyaErry yakin bursa Indonesia masing kuat karena didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang tidak bermasalah demikian pula kondisi bursa dan emiten yang terus bertambah.Keyakinan mengenai kuatnya ekonomi Indonesia juga disebutkan oleh President of Corpus Christy College, Oxford, Inggris, Sir Tim Lankaster.Bursa Efek Jakarta merupakan salah satu bursa dengan performa terbaik di Asia," ujarnya seperti dilansir situs resmi Depkeu.Tim juga mengatakan bahwa butuh 4 tahun (sampai tahun 2002) bagi Indonesia untuk pulih dari krisis ekonomi tahun 1998. Sejak tahun 2002 ekonomi Indonesia telah tumbuh pada level 5 persen hingga 6 persen per tahun. Tim menjelaskan bahwa selama 1 dekade terakhir The Six Governance Indocators Indonesia menunjukkan adanya perbaikan. Namun untuk control of corruption, apabila dibandingkan dengan 6 negara (Cina, India, Rusia, Singapura, Inggris dan AS), Indonesia masih menempati posisi terakhir. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads