RI Bentengi Diri dari Goncangan Pasar Finansial
Jumat, 10 Agu 2007 12:15 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memperkuat kondisi ekonomi dalam negeri untuk menahan goncangan pasar finansial global."Yang pasar global kita lihat dan kita tunggu saja. Ada analis yang optimistis dan ada yang pesimistis. Tapi yang paling penting adalah memperkuat diri kita sendiri," kata Menko Perekonomian Boediono di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (10/8/2007).Boediono belum mau berspekulasi apakah penyebab labilnya pasar global karena ancaman Cina terhadap AS. Cina mengancam akan menjual cadangan devisanya senilai US$ 1,3 triliun yang sebagian besar ada treasury bills di AS. Ancaman ini diutarakan Cina karena AS melarang masuknya sejumlah produk-produk asal Cina."Kita jangan berburuk dulu, kita lihat dulu reaksi pemain-pemain besar dunia. Kita kan cuma pemain kecil. Karena itu kita harus membentengi diri kita sendiri," tutur Boediono. Yang harus dilakukan, menurut Boediono, adalah dengan memperkuat rambu-rambu seperti kebijakan moneter dan fiskal yang mantap. Serta menjaga inflasi dan harga bahan pokok. "Pokoknya bagaimana menjaga kestabilan makro ekonomi," imbuhnya.Mengenai posisi rupiah yang terus melemah saat ini hingga ke 9.350 per dolar AS, Boediono melihat pelemahan itu tidak hanya terjadi pada mata uang lokal tapi juga mata uang global lainnya."Jadi untuk kondisi pasar ini saya masih berharap ini sesuatu yang bisa kita lewati. Karena dengan fundamental ekonomi yang seperti ini saya kira otoritas moneter negara yang besar pasti akan bertindak bagaimana menghadapi persoalan ini," jelas Boediono.
(ir/qom)











































