Divestasi Aset Manajemen Bank Niaga Akhirnya Disetujui
Jumat, 10 Agu 2007 16:27 WIB
Jakarta - Setelah dua kali tertunda, PT Bank Niaga Tbk (BNGA) akhirnya mendapat persetujuan pemegang saham untuk menjual seluruh sahamnya di PT Niaga Aset Manajemen (NAM).Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Niaga, di Jakarta, Jumat (10/8/2007). Bank Niaga adalah bank terbesar ketujuh di Indonesia dari sisi aset.Presiden Direktur Bank Niaga Hashemi Albakri mengatakan, pemegang saham menyetujui transaksi penjualan seluruh saham Bank Niaga sebanyak 104.960 lembar atau 99,96 persen saham PT Niaga Aset Manajemen dengan nilai penjualan sebesar Rp 41,48 miliar. Saham itu dijual kepada CIMB-Principal Asset Management Berhad (CIMB-Principal) sebanyak 103.950 lembar atau 99 persen dan kepada PT Commerce Kapital sebanyak 1.010 lembar saham atau 0,96 persen.Persetujuan pemegang saham independen diperlukan karena kedua pembeli tersebut secara tidak langsung maupun langsung dimiliki oleh Bumiputra-Commerce Holdings Berhad (BCHB), yang juga merupakan pemegang mayoritas saham Bank Niaga, oleh karenanya transaksi tersebut merupakan transaksi yang melibatkan pihak terkait.Hashemi mengatakan, transaksi penjualan NAM tersebut sejalan dengan strategi Bank Niaga untuk meningkatkan nilai tambah bagi NAM, mengingat kedua pembeli merupakan pemimpin dalam bisnis pengeloaan aset. Berdiri pada tahun 1994, CIMB-Principal adalah usaha patungan antara CIMB Group Sdn Berhad (CIMBG), group perbankan terbesar kelima di Asia Tenggara dengan Principal Financial Group yang merupakan salah satu group jasa keuangan global terkemuka dari Amerika Serikat. Hashemi menambahkan bahwa Bank Niaga akan melanjutkan untuk fokus pada distribusi produk-produk NAM. Direncanakan, CIMB akan berinvestasi pada sistem baru dan mengerti tentang bagaimana cara mengembangkan produk, sementara Bank Niaga akan memperkuat kemampuannya dari sisi distribusi. Transaksi tersebut juga merupakan bagian dari sinergi program yang sedang berlangsung antara CIMB dan Bank Niaga. Tujuannya untuk membuka selebar mungkin nilai-nilai sinergi dari bisnis kedua perusahaan dalam memberikan produk dan layanan yang berbeda dan inovatif kepada nasabah.
(ir/qom)











































