Angka Penjualan Ritel Selamatkan Dolar AS
Selasa, 14 Agu 2007 08:43 WIB
Jakarta - Angka penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari ekspektasi mampu mengangkat posisi dolar AS atas euro. Namun kestabilan dolar AS masih dipertanyakan.Pada penutupan perdagangan Senin (13/8/2007) di New York, euro melemah ke level 1,3608 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3692 dolar. Dolar juga menguat atas poundsterling ke posisi 2,0116, dibandingkan sebelumnya di posisi 2,0231. Namun dolar AS masih melemah dibandingkan yen ke posisi 118,23, dibandingkan sebelumnya di posisi 118,37. Dolar mendapatkan momentum penguatan atas euro setelah Departemen Perdagangan mengeluarkan data penjualan ritel Juli yang menunjukkan kenaikan 0,3%. Angka itu lebih baik dari ekspektasi para analis sebesar 0,2%.Meski menguat, namun kestabilan dolar AS masih dipertanyakan. Belum rampungnya masalah krisis kredit macet sektor perumahan berisiko tinggi atau subprime mortgage membuat pelaku pasar belum yakin.Angka penjualan ritel itu menjadi data penting karena mengambil porsi hingga dua pertiga dari aktivitas ekonomi AS. Laporan itu sekaligus menepis kecemasan terhadap ekspektasi Bank Sentral AS akan memangkas suku bunga, dan bisa menekan dolar.Kestabilan sesaat dolar AS itu diharapkan membawa angin positif pada rupiah. Pada perdagangan Selasa (14/8/2007), rupiah dibuka stabil pada level 9.340/9.350 per dolar AS.
(qom/qom)











































