Menunggu Gain dari Saham BNI
Selasa, 14 Agu 2007 10:51 WIB
Jakarta -
Jika ada emiten melantai di bursa, yang menjadi perhatian investor di hari pertama adalah berapa keuntungan atau gain perdana yang diperoleh.Namun kejadian tersebut tidak dialami saham BNI yang melakukan pencatatan saham kedua (secondary offering) pada 13 Agustus 2007.Pada hari pertama listing secondary offering saham berkode BBNI ini turun Rp 125 (5,58%) menjadi Rp 2.000.Demikian pula pada perdagangan saham Selasa (14/8/2007) pukul 10.50 JATS saham BNI kembali turun Rp 100 (5%) pada level 1.900.Investor yang membeli saham secondary offering di harga Rp 2.050 kini malah merugi karena harga saham BNI terus merosot.Namun penurunan saham BNI tidak sendirian. Hampir semua saham unggulan juga terkoreksi karena terseret labilnya pasar finansial global.Sejumlah pelaku pasar menilai BNI memang tidak dalam waktu yang tepat masuk ke pasar. Pemerintah juga tidak mau mengundurkan waktu secondary offering dengan alasan menjaga kredibiitas.Demi alasan kredibilitas juga kini saham BNI harus terkena pukulan gonjang-ganjing pasar finansial global. Dan investor yang terlanjur membeli saham BNI hanya bisa berharap sahamnya tidak terus merugi.BNI yang memiliki saham beredar di pasar sebesar 27 persen hingga hari ini masih terus mencatat transaksi tertinggi di BEJ pada sesi I ini sebesar Rp 112,1 miliar. Namun gain sama sekali belum dicicipi para pemilik saham BNI. Sampai kapan?
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































