Wall Street Kembali Dilanda Badai Aksi Jual Besar-besaran

Wall Street Kembali Dilanda Badai Aksi Jual Besar-besaran

- detikFinance
Rabu, 15 Agu 2007 08:31 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street kembali dilanda aksi jual besar-besaran. Laporan makin banyaknya perusahaan investment fund yang merugi membuat investor makin panik.Pada perdagangan Selasa (14/8/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup anjlok 207,61 poin (1,57%) ke level 13.028,92. Nasdaq juga ambles hingga 43,12 poin (1,7%) ke level 2.499,12 dan Standard & Poor's 500 anjlok 26,38 poin (1,82%) ke level 1.426,54.Awalnya, pasar saham bursa terbesar di dunia itu sempat menguat di awal-awal perdagangan. Namun laporan media yang menyebutkan adanya masalah di sejumlah investment fund seperti Sentinel Management Group dan jaringan renovasi rumah Home Depot membuat Wall Street kembali dilanda aksi jual besar-besaran.Laporan turunnya pendapatan dua perusahaan tersebut membuat kecemasan akan merebaknya krisis kredit perumahan berisiko tinggi (Subprime mortgage). Apalagi bursa-bursa saham di Eropa yang lebih dahulu melakukan perdagangan juga dibuka langsung ambles menyusul laporan melambatnya pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa tersebut.Pelaku pasar juga mengacuhkan kucuran dana miliaran dolar dari Bank Sentral AS (The Fed) untuk menyelamatkan pasar finansial dari kehancuran lebih lanjut. "Pasar melamah karena adanya kabar bahwa Sentinel Management Group meminta investor untuk menahan redemption," ujar Al Goldman, analis dari AG Edwards seperti dikutip dari AFP.Ambruknya Wall Street tersebut langsung menular ke bursa saham regional. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka langsung anjlok hingga 183,03 poin 16.666,58.Jatuhnya kembali Wall Street dan bursa saham regional itu diperkirakan akan menulari pasar saham di Indonesia. IHSG pada perdagangan Rabu (15/8/2007) diprediksi kembali merosot.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini: Optima Investama:Pelemahan indeks masih berlangsung dipicu saham BNI yang terus terkoreksi sehingga memberi sentimen negatif saham lainnya. Indeks terlihat memasuki siklus bearish karena sepinya sentimen positif dan cenderung wait and see terhadap pergerakan Dow. Indeks hari ini diperkirakan bergerak dilevel 2.150- 2.190.Recapital:Posisi IHSG mulai mendekati suport di level 2150. Kecuali jika ada pertolongan dari sentimen regional, posisi pergerakan IHSG sebenarnya masih cenderung bergerak flat turun karena pelaku pasar masih akan melepas kelebihan beli saham BBNI yang masih mereka miliki. IHSG hari ini diperkirakan bergerak bervariasi pada kisaran 2150-2185.Bhakti Securities:Arus profit taking kembali terjadi pada perdagangan kemarin sehingga indeks menembus level psikologis di 2,200 dan terus melemah hingga 2,168 atau turun 1,94%. Indeks pada perdagangan hari ini kami perkirakan masih mengikuti pergerakan bursa regional dengan batas support pertama di 2,152 dan support kedua di 2,115. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads