IHSG Terpangkas 115 Poin

Sesi I

IHSG Terpangkas 115 Poin

- detikFinance
Rabu, 15 Agu 2007 12:04 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berantakan lagi terkena krisis kredit perumahan (subprime mortgage) di AS yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (15/8/2007), IHSG terpental hingga 115,616 poin (5,33%) ke posisi 2.053,022.Hampir semua bursa regional seperti Hang Seng Hongkong, Shanghai Cina, Kosdaq Korea, Nikkei Jepang, Strait Times Index Singapura, dan Indeks Taiwan Weighted. Diantara semua bursa regional tersebut IHSG mengalami penurunan paling tajam hingga 5 persen karena investor sangat panik.Investor panik karena ada prediksi krisis subprime mortgage akan berlangsung lama.Pengamat saham Felix Sindhunata mengatakan anjloknya IHSG karena investor sudah panic selling. "Untuk investor jangka panjang sebaiknya mulai mengoleksi saham secara bertahap," kata Felix ketika dihubungi detikFinance.Pasar kini berharap pada pengumuman angka pertumbuhan ekonomi atau PDB dari BPS pada siang ini."Kalau data PDB bagus bisa menahan penurunan indeks lebih dalam," katanya.Transaksi sesi I yang mencapai Rp 2,051 triliun didominasi aksi jual gila-gilaan. Tercatat 4 saham naik, 214 saham turun dan 10 saham stagnan.Saham-saham yang harganya babak belur di top losser dimotori saham blue chip seperti, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 16.000, Timah (TINS) turun Rp 900 menjadi Rp 11.700, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 menjadi Rp 5.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 menjadi Rp 2.975, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 175 menjadi Rp 2.400 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 95 menjadi Rp 1.780.Pasar saham yang morat-marit juga ikut mencampakkan rupiah yang pada perdagangan pukul 12.00 WIB turun 41 poin ke posisi 9.391 per dolar AS. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads