IHSG Nyemplung, Analis Bingung

IHSG Nyemplung, Analis Bingung

- detikFinance
Rabu, 15 Agu 2007 12:16 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang semakin berdarah-darah selama beberapa waktu terakhir membuat pergerakannya makin sukar diprediksi. Analis pasar saham lepas tangan memprediksi sampai kapan hal ini akan terus berlangsung. Termasuk tidak berani memproyeksi titik terendah (support) jatuhnya indeks."Melihat kondisi ini saya bingung juga, alasannya apa, tapi saya lihat sudah panic selling," kata Analis Mega Capital Felix Sindhunata, saat dihubungi detikFinance, Selasa (15/8/2007).Penurunan IHSG memang terpengaruh sentimen negatif global seiring terpuruknya bursa-bursa global dan regional. Namun menurutnya, tidak ada alasan IHSG 'nyemplung' paling dalam dibanding bursa-bursa regional dan global."Dari sisi fundamental dalam negeri tidak ada masalah, dari pasar saham mungkin sedikit karena BNI dan ketidakpercayaan pasar terhadap saham seperti Agis (TMPI), tapi kenapa kita paling dalam," ujarnya.Secara persentase penurunan IHSG memang lebih besar dibanding bursa-bursa regional dan global.Felix juga mengatakan mungkin saja IHSG bisa turun ke level di bawah 2.000 dalam waktu dekat."Kemarin saya taruh titik support 2.150, itu sudah lewat. Mungkin saja tembus dibawah 2.150," tambahnya.Hal yang sama juga dikemukakan Direktur Finan Corpindo Securities, Edwin Sinaga. Kondisi pelaku pasar yang panik, menurutnya akan membuat analis sulit memprediksi berapa dalam indeks akan tenggelam lagi."Prediksi turunnya indeks sudah no limit (tidak ada batasnya)," ujarnya.Meskipun demikian keduanya sepakat, sekarang sudah saatnya investor jangka panjang untuk masuk secara bertahap membeli saham-saham berfundamental bagus yang bertumbangan."Untuk investor yang mau hold satu sampai tiga bulan saya sarankan mulai beli," tandas Edwin. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads