Suntikan The Fed Tak Ampuh, Wall Street Tumbang Lagi
Kamis, 16 Agu 2007 08:01 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street kembali berantakan meski Bank Sentral AS (The Fed) kembali menyuntikkan dana hingga US$ 7 miliar ke pasar untuk menyokong sistem finansialnya.Pada perdagangan Rabu (15/8/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali tumbang 167,45 poin (1,29%) ke level 12.859,19. DJIA total telah terpangkas hingga 1.000 poin, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. DJIA sempat menembus level 14.000 pada 19 Juli lalu.Nasdaq juga kembali turun 40,29 poin (1,61%) ke level 2.458,83 dan Standard & Poor's 500 turun 19,84 poin (1,39%) ke level 1.406,70.Salah satu yang menambah tekanan pasar pada hari ini adalah batas waktu bagi para investor hedge fund untuk mengajukan redemption pada untuk kuartal III, yang jatuh pada Rabu kemarin."Saya tidak percaya bahwa saat ini adalah waktu untuk mencoba masuk ke pasar karena gejolak masih sangat tinggi dan standar pengetatan kredit terus berlangsung dan menjadi perhitungan bagi fuindamental pasar," jelas analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP.Ambruknya kembali Wall Street ini turut menyeret bursa-bursa regional. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Kamis (16/8/2007) dibuka langsung anjlok hingga 1,09% ke level 16.296,40.Demikian pula Indeks KOSPI di bursa saham Korsel dibuka langsung anjlok 86,07 poin (4,73%) ke level 1.731,82 hanya dalam 15 menit pertama perdagangannya.Rontoknya bursa Wall Street dan regional itu akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ. Pelaku pasar lebih memilih panik meski sejumlah indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi pasar.Jika kepanikan terus melanda, IHSG kemungkinan bisa anjlok kembali hingga dibawah level 2.000. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Bhakti Securities:Tembusnya support kuat di 2,150 mengakibatkan indeks pada perdagangan kemarin kembali terkoreksi tajam 139 poin menuju 2,029 mengikuti pergerakan bursa regional terkait dengan masih bergejolaknya pasar keuangan dunia. Penurunan tajam indeks kemarin memperlihatkan adanya gap yang berarti peluang indeks untuk kembali melemah sangat besar. Kisaran indeks harian 1,968-2,089. Recapital:Jika IHSG gagal untuk kembali diatas suport sebelumnya di level 2040 pada pergerakan hari ini atau besok, berarti suport di 2040 sudah tembus, dan IHSG berpotensi untuk melanjutkan penurunan hingga level 1850. Satu hal yang harus diingat, bahwa setiap penurunan yang tajam, sering kali diikuti oleh rebound atau retracement sebesar hingga 50% dari penurunan yang sudah terjadi. Posisi IHSG sudah terlalu rendah. Terlalu riskan untuk melakukan cut loss. Posisi buy on weakness lebih disarankan jika IHSG mengalami kejatuhan yang terlalu dalam.
(qom/qom)











































