Pasar Saham Kian Menyedihkan

Anjlok 120 Poin

Pasar Saham Kian Menyedihkan

- detikFinance
Kamis, 16 Agu 2007 16:14 WIB
Jakarta - Pelaku pasar kembali harus mengurut dada karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling lagi di bawah level 2.000.IHSG malah sempat anjlok hingga 150 poin sebelum akhirnya ditutup jatuh 120 poin. Sentimen nota keuangan APBN 2008 yang sangat optimistis tidak menyentuh lantai bursa. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (16/8/2007), IHSG habis terkikis 120,448 poin (5,94%) dibawal 2.000 ke level 1.908,635. Investor masih saja dilanda kepanikan massal karena bursa global yang terus terpuruk. Pasar finansial global masih oleng menyusul kredit macet perumahan (subprime mortgage) di AS yang tak kunjung pulih.Bursa Nikkei Jepang turun 1,99 persen, Hang Seng Hongkong turun persen, Shanghai Cina turun 3,54 persen, Kosdaq Korea turun 10,15 persen, Strait Times Index Singapura turun 3,77 persen, dan Indeks Taiwan Weighted turun 4,56 persen.Indeks LQ-45 turun 28,507 poin (6,79%) pada level 391,357 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 20,947 poin (6,17%) pada level 318,510.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 56.203 kali, dengan volume 14,503 miliar unit saham, senilai Rp 8,203 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan hanya 6 saham yang naik, sisanya 241 saham turun dan 14 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 6.000 menjadi Rp 41.800, Timah (TINS) turun Rp 1.700 menjadi Rp 9.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 menjadi Rp 15.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 650 menjadi Rp 9.000, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 9.850, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 225 menjadi Rp 1.875, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 225 menjadi Rp 2.700 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 110 menjadi Rp 1.680. Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 40 menjadi Rp 800, Indo Acidatama (SRSN) naik Rp 20 menjadi Rp 440, dan Intanwijaya Internasional (INCI) naik Rp 10 menjadi Rp 250. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads