Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong percepatan dekontaminasi puluhan perusahaan yang disebut terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. KLH menyebut ada 22 perusahaan yang terdampak kasus kontaminasi.
Namun hingga saat ini, 20 perusahaan terdampak telah berhasil didekontaminasi. KLH juga menegaskan, dekontaminasi perlu dilakukan sebelum perusahaan terkait kembali beroperasi.
"Dari 22 industri terdampak, 20 sudah selesai didekontaminasi, dan dua sisanya diharapkan selesai pada hari Jumat ini. Setelah itu, industri dapat beroperasi kembali," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Rasio Ridho Sani, dikutip dari detikNews, Kamis (23/10/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Emiten Buka Suara
Hingga hari ini, Kamis (30/10/2025), terdapat sejumlah emiten yang ikut buka suara terkait dekontaminasi Cs-137. Dikutip dari Keterbukaan Informasi, terdapat enam emiten yang menyatakan pihaknya tidak terdampak kontaminasi Cs-137 dan masuk dalam daftar 22 perusahaan dekontaminasi.
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) misalnya, menegaskan tidak masuk dalam daftar 22 industri yang terdampak proses dekontaminasi radioaktif. Sehingga, operasional DGWG masih tetap berjalan normal hingga hari ini.
"Hal ini diperkuat dengan tidak adanya surat pemberitahuan dari otoritas terkait maupun pengelola Kawasan Industri Modern Cikande bahwa fasilitas produksi milik PT Delta Giri Wacana Tbk masuk ke dalam daftar 22 (dua puluh dua) industri yang terdampak," tulis Corporate Secretary, Denny Loryta Davinci, dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025).
Sementara itu, manajemen PT Kino Indonesia Tbk (KINO) menjelaskan, yang masuk dalam daftar kontaminasi adalah fasilitas produksi. Perseroan sendiri tidak termasuk dalam bagian tersebut. KINO juga memastikan rutin melakukan tes radioaktif, khususnya untuk operasionalnya di Cikande.
"Yang terkontaminasi radioaktif adalah 22 fasilitas produksi dan bukan industri. Dapat diinformasikan bahwa Perseroan bukan termasuk ke dalam 22 fasilitas produksi yang dimaksud pada berita tersebut," ungkap Sekretaris Perusahaan KINO, Anggara Andrian Linanda.
Kemudian PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang memiliki fasilitas operasional di Cikande juga memastikan tidak terdampak kontaminasi. Perseroan juga memastikan produk gas industrinya memiliki sifat fisik inert dan diproduksi dalam sistem tertutup berdasarkan hasil penyelidikan tim HSE.
"Seluruh produk Samator aman, tidak terkontaminasi radioaktif Cesium-137, dan memenuhi standar keamanan tertinggi. Pabrik kami di Cikande tetap berjalan seperti biasa. Berdasarkan hasil penyelidikan tim HSE serta referensi ilmiah, dapat dipastikan bahwa produk gas industri secara sifat fisik inert dan diproduksi dalam sistem tertutup, sehingga tidak dapat terkontaminasi zat radioaktif," tulis Manager AGII, Meyliana.
Sikap yang sama juga ditegaskan oleh tiga emiten lainnya, yakni PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Ketiga kompak mengaku fasilitas produksi tidak terdampak kasus kontaminasi tersebut sehingga operasional perseroan masih tetap berjalan normal.
Simak juga Video: Presiden KSPSI Minta Pencemaran Radioaktif di Cikande Diusut Tuntas
(acd/acd)










































