Dolar AS Melemah

Dolar AS Melemah

- detikFinance
Sabtu, 18 Agu 2007 13:31 WIB
Jakarta - Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) menurunkan tingkat bunga diskontonya berdampak pada melemahnya nilai tukar negara tersebut.Seperti dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (18/8/2007), pada perdagangan kemarin mata uang AS mulai melemah terhadap mata uang lain seperti euro dan poundsterling.Menurut analis pasar uang dari AG Edwards, Patrick Fearon, meskipun The Fed tidak mengubah suku bunganya dari posisi 5,25, pemotongan tingkat bunga diskonto merupakan pertanda The Fed akan bergerak ke kebijakan moneter yang lebih longgar."Sehingga ada indikasi The Fed akan menurunkan tingkat bunganya dan tingkat bunga AS menjadi kurang kompetitif dibanding negara lain, hal inilah yang memicu pelemahan dolar," ujarnya.Selain sentimen tersebut, pelemahan dolar juga diakibatkan penurunan survey kepercayaan konsumen AS.Harga Minyak NaikPemotongan tingkat bunga diskonto juga berakibat pada peningkatan harga minyak dunia. Hal ini seiring berkurangnya kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global akibat krisis subprime mortgage yang menurunkan permintaan akan minyak.Harga minyak di kontrak berjangka utama New York untuk penyerahan September 2007 naik 98 sen menjadi US$ 71,98 per barel. Sementara kontrak minyak London Brent North Sea untuk pengiriman Oktober 2007 naik 67 sen ke US$ 70,44 per barel. "Langkah apapun yang dilakukan The Fed yang berimbas pada pelemahan dolar berdampak pada peningkatan harga minyak," kata analis WTRG Energy Economics James Williams.Meningkatnya harga minyak juga didorong oleh ketakutan Badai Dean yang berpotensi merusak fasilitas minyak di Teluk Meksiko. Kemarin The Fed secara mendadak menurunkan tingkat bunga diskontonya sebesar 0,5 persen ke level 5,75 persen untuk meringankan beban perbankan AS atas krisis subprime mortgage. (ard/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads