IHSG Siap Mengekor Wall Street
Senin, 20 Agu 2007 08:16 WIB
Jakarta - Langkah darurat Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mampu menyelamatkan Wall Street dari kejatuhan yang paling dalam. Indeks Harga SaHam Gabungan (IHSG) di BEJ pun akan mengikuti penguatan Wall Street.The Fed pada Jumat, 17 Agustus lalu akhirnya memangkas tingkat suku bunga diskontonya sebesar 50 basis poun ke level 5,75%. The Fed juga kembali menyuntikkan US$ 6 miliar ke dalam sistem keuangan, menambah jumlah US$ 88 miliar yang telah diinjeksikan sebelumnya untuk memasok likuiditas ke sistem keuangan.Kondisi ini langsung disambut baik oleh pasar. Dow Jones Industrial Average langsung melonjak 226,63 poin (1,76%) ke level 13.072,41 pada akhir pekan lalu. Demikian pula Nasdaq yang ditutup naik 53,96 poin (2,20%) ke level 2.505,03.Sentimen yang sama langsung menyebar ke bursa lain di Eropa. Indeks FTSE 100 di bursa London ditutup menguat 3,5 persen ke level 6.064,20. The Dax di Frankfurt ditutup 1,49 persen di level 7.378,29. Sementara indeks SAS 40 di Paris menguat 1,86 persen ke level 5,363,63.Pada perdagangan Senin (20/8/2007), bursa saham Nikkei-225 di Tokyo Stock Exchange langsung dibuka menguat setelah terpuruk ke level terendahnya dalam 8 bulan terakhir pada akhir pekan lalu. Nikkei-225 dibuka langsung menguat hingga 522,20 poin (3,42%) ke level 15.795,90. Sentimen itu diharapkan mampu memberikan semangat bagi pergerakan IHSG di BEJ. IHSG pada hari ini diprediksi akan diwarnai aksi beli selektif sehingga mampu mengangkat IHSG dari posisi terendahnya.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Recapital:Suport 1850 sudah tidak jauh lagi. Posisi pembelian spekulatif atas saham-saham big caps bisa dilakukan dengan strategi buy on weakness. Sebagai informasi, selama penurunan ini, arus dana asing boleh dikatakan tidak keluar dari bursa kita. Mereka hanya wait and see sambil mengamati situasi.Bhakti Securities:Akhir perdagangan pekan kemarin indeks kembali melemah 5,9% menjadi 1,908 sehingga secara mingguan indeks telah terkoreksi tajam 13,5% salah satu tertinggi diantara bursa-bursa lainnya di Asia. Belum adanya indikasi pulihnya indeks Dow Jones mengakibatkan indeks pada sepekan depan masih akan tertekan dengan kisaran pergerakan antara 1,710-2,098.
(qom/qom)










































