Korban Krisis Mortgage AS, dari Jual Aset Hingga PHK

Korban Krisis Mortgage AS, dari Jual Aset Hingga PHK

- detikFinance
Selasa, 21 Agu 2007 10:45 WIB
New York - Korban-korban akibat krisis subprime mortgage di AS terus berjatuhan. Sebagian harus menjual aset-asetnya, sebagian lagi terpaksa melakukan PHK karyawan untuk tetap bertahan. Misalnya saja Thornburg Mortgage Inc, yang terpaksa menjual asetnya sebesar US$ 20,5 miliar. Penjualan aset oleh perusahaan hipotik itu dilakukan untuk mengatasi masalah keuangannya menyusul kredit macet sektor perumahan AS.Thornburg, yang merupakan pemberi pinjaman berbasis di Santa Fe, New Mexico itu mengaku harus menjual surat berharga berbasis hipotik senilai miliaran dolar. Langkah itu harus dilakukan untuk memperbaiki keuangannya setelah didera masalah kredit macet sektor perumahan.Namun seperti dikutip dari AFP, Selasa (21/8/2007), Thornburg tidak menyebutkan siapa pembeli surat berharga miliknya itu. Sementara Capital One Financial Corporation, yang merupakan bank besar dan perusahaan pemberi pinjaman terbesar AS lainnya menyatakan telah menutup unit bisnis mortgage-nya yakni GreenPoint. Capital One terpaksa menghadapi denda sebesar US$ 860 juta akibat penutupan GreenPoint Mortgage, dan juga harus mem-PHK 1.900 karyawannya. Sehari sebelumnya, Countrywide Financial Corp, yang merupakan mortgage lender terbesar AS menyatakan pihaknya telah meminjam dana hingga US$ 11,5 miliar dari 40 bank untuk memperbaiki keuangannya.Saham ketiga perusahaan mortgage lender itu langsung jeblok setelah memberi pengumuman tersebut. Thornburg anjlok hingga 10%, Countrywide anjlok 7% dan Capital One anjlok 3%.Thornburg diperkirakan akan menderita kerugian hingga US$ 930 juta akibat penjualan aset itu. Namun Thornburg menegaskan akan tetap membayar dividen pada triwulan II.CEO Thornburg Larry Goldstone mengatakan, industri mortgage AS sedang mengalami 'krisis kredit'. Krisis itu dipicu oleh booming sektor perumahan di AS yang telah dimulai sejak tahun 2006. Booming itu telah menyebabkan perusahaan morgage kalap dengan memberikan ratusan kredit sektor perumahan berisiko tinggi kepada orang-orang dengan keuangan yang payah. Kredit macet pun membayangi. Padahal banyak sekali surat-surat berharga yang berbasis pada sektor ini. (qom/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads