Pengusaha Takut Rupiah Gonjang-ganjing
Senin, 27 Agu 2007 15:07 WIB
Jakarta - Pengusaha meminta pemerintah memberi kepastian dalam nilai tukar rupiah. Nilai tukar jangan gonjang-ganjing terus karena hal ini akan mempersulit pengusaha dalam menghitung biaya usaha.Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiai Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi di sela-sela workshop reformasi pelayanan importasi di Gedung Dhanapala Depkeu, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (27/8/2007)."Rupiah yang paling penting adalah kepastian, 9.200-9.500 ok pertahankan, jangan you bilang bisa Rp 10.000 besoknya bisa 8.000 mati kita ngitung punya cost," ujarnya.Pergerakan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini dinilai Sofyan tidak pasti."Fluktuasi yang kemarin dari 9.200, 9.400 kemudian ke 9.500 pasti kita dirugikan, memang ada yang diuntungkan, eksportir untung, importir rugi, itu kan biasa, tapi kan selama you gak bisa ngitung cost you maka ada ketidakpastian," ujarnya.Nilai tukar rupiah mengalami dampak dari kasus kredit macet di AS. Gara-gara kasus itu investor menarik dana dari Indonesia untuk mengurangi kerugiannya.Sofyan memperkirakan sudah ada US$ 3-4 miliar dana yang ditarik dari Indonesia melalui penjualan aset di SBI dan SUN.
(ddn/ir)











































