Gejolak Pasar Finansial Sekarang Mirip Crash Tahun 1987
Minggu, 09 Sep 2007 15:44 WIB
Washington - Gejolak di pasar finansial baru-baru ini menyerupai kejatuhan pasar modal dunia di tahun 1987 dan krisis finansial tahun 1998 silam.Demikian peringatan dari mantan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan dalam pidatonya seperti dikutip dari BBC, Minggu (9/9/2007)."Perilaku yang kami observasi dalam tujuh pekan terakhir adalah identik dengan apa yang kami lihat pada tahun 1998 dan apa yang kami lihat pada kehancuran pasar modal pada tahun 1987," ungkapnya.Menurut Greenspan, masalah kredit macet global yang diawali oleh ambruknya pasar perumahan AS sebenarnya dipicu oleh 'ketakutan'."Orang tidak pernah menemukan cara untuk menghadapi bubble," tegasnya. Greenspan menjelaskan, gejolak pasar finansial akhir-akhir ini dipicu ketidakmampuan perbankan untuk memberikan kredit sampai masalah yang bersangkutan dengan subprime mortgage jelas. Situasi tersebut dapat mengancam perekonomian AS dan meluas ke negara lainnya. Bank Sentral AS (The Fed) mengungkapkan, kerugian dari subprime mencapai sekitar US$ 100 miliar. Dan The Fed saat ini menghadapi tekanan untuk menurunkan tingkat suku bunga untuk membuat pinjaman lebih murah bagi konsumen dan perbankan. Pada tahun 1987, di AS terjadi kejatuhan harga saham yang terbesar dalam sehari. Anjloknya harga saham dipicu oleh meluasnya kekhawatiran tentang melemahnya perekonomian AS setelah demam ekspansi. Pada saat itu, dana-dana pinjaman, beberapa diantaranya memiliki risiko tinggi digunakan untuk mendanai takeover besar-besaran. Selain itu, masalah finansial dari Long-Term Capital Management juga telah menyebabkan anjloknya pasar derivatif, yang kemudian memicu krisis finansial Asia tahun 1997.
(qom/qom)











































