Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi keyakinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 10.000 di tahun ini. Bisakah IHSG tembus 10.000?
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menilai IHSG menembus level 10.000 pada tahun ini bukan sesuatu yang mustahil diraih.
"Tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan juga peran investor domestik itu meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai," ujar Inarno dalam dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat (9/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: OJK: Sepanjang 2025 IHSG Cetak Rekor 24 Kali |
Meski demikian, Inarno menekankan bahwa kenaikan IHSG harus didorong oleh pondasi ekonomi yang kuat. Tak hanya itu, peran investor domestik, baik ritel maupun institusi agar pasar modal Indonesia memiliki daya tahan yang tinggi.
Selain fundamental emiten, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik dari dalam negeri maupun gejolak global. Oleh karena itu, investor diminta tidak hanya terpaku pada angka, tapi juga jeli melihat keadaan.
"Dan tentunya kami tidak pernah jemu-jemu untuk selalu mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik," tambah Inarno.
Dari sisi regulator, OJK berkomitmen menjaga pasar agar tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien dengan fokus menciptakan ekosistem yang sehat dan berintegritas. Dengan begitu, potensi pertumbuhan indeks ya maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek.
Inarno juga mengingatkan kembali pesan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat pembukaan perdagangan bursa 2026. Ada tiga kebijakan utama yang menjadi fokus perhatian demi mengawal penguatan pasar saham.
"Antara lain adalah peningkatan kualitas emiten, free float, dan juga peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik," imbuh Inarno.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi IHSG bisa tembus level 10.000 pada tahun ini. Hal ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pelaku pasar siap-siap saja, tahun ini (IHSG) 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai. (Dasarnya) dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu," kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).
Simak juga Video 'Sempat Diprediksi Tembus Level 9.000, Target IHSG Gagal Total!':
(rea/ara)










































