PGN Turunkan Volume Distribusi Gas Jadi 413 mmscfd
Selasa, 18 Sep 2007 07:56 WIB
Jakarta -
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menurunkan target volume gas yang akan didistribusikannya hingga akhir tahun 2007. Dari target awal sebesar 453 mmscfd, target direvisi menjadi 413 mmscfd."Kami mengoreksi target estimasi rata-rata yang diakhir tahun tadinya 423 mmscfd menjadi 413 mmscfd," kata Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Senin (17/9/2007) malam.Penurunan ini disebabkan karena proses optimalisasi prlanggan yang masih berlangsung. Ia menjelaskan, hingga saat ini masih ada beberapa industri yang masih dalam tahap trial. Mereka belum beroperasi penuh sehingga volume gas yang dipesan pun belum penuh."Walau sudah siap, tapi kan harus ada order dari industri dulu. Jadi masih ada penyelesaian," jelasnya.Selain itu, Heri melanjutkan, PGN juga masih menyelesaikan beberapa infrastruktur distribusi untuk menyalurkan gas langsung ke pabrik-pabrik."Ada yang sudah selesai, tapi pengembangan infrastruktur ini terus kita lakukan sampai 2009." katanya.Target volume rata-rata yang akan didistibusikan PGN hingga akhir tahun ini tersebut merupakan total dari seluruh proyek yang dikerjakan PGN. Antara lain adalah dari royek SSWJ dan distribusi gas untuk industri di wilayah Jawa Timur.Namun Heri menyatakan pihaknya belum memastikan apakah perubahan target ini akan berpengaruh terhadap proyeksi pendapatan perusahaan pada tahun ini.PinjamanSelain itu, PGN kemarin juga menandatangani loan of agreement dengan BNI. PGN meminjam US$ 150 juta dari BNI untuk proyek SSWJ dan pengembangan di Jawa Barat."Jadi pada saat kita butuh dana, kita akan ambil dari dana itu," katanya.BNI menjadi pilihan karena dinilai memberi penawaran terbaik. PGN mendapat pinjaman dengan tenor 10 tahun, dan bungan SIBOR 36 bulan (175 basis poin).Heri melanjutkan, sebelumnya juga ada beberapa lembaga keuangan asing yang juga memeberikan penawaran. Namun PGN ternyata lebih memilih BNI.Selanjutnya, menurut Heri, belum ada rencana bagi perusahaan untuk mencari utangan baru. "2007 ini sepertinya cukup BNI ini dulu saja," katanya.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
