Bunga Dipangkas, Dolar Terkapar

Bunga Dipangkas, Dolar Terkapar

- detikFinance
Rabu, 19 Sep 2007 08:26 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,75% langsung membuat dolar AS terkapar. Euro pun kembali mencatat rekor tertingginya. Pada perdagangan Selasa (18/9/2007) di New York, euro mencatat rekor tertingginya setelah melonjak hingga 1,3988 dolar. Namun euro akhirnya ditutup ke level 1,3976 dolar, naik dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1,3868 dolar.Namun dolar menguat atas yen ke posisi 116,05 yen, dibandingkan sebelumnya di level 115,10 yen. Mata uang yen justru melemah atas dolar karena pupusnya harapan kenaikan suku bunga Jepang. Pasar langsung bereaksi setelah The Fed menurunkan Fed Fund Rate menjadi 4,75% dan suku bunga diskontonya menjadi 5,25%. Kathy Lien, analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip dari AFP mengatakan, penurunan suku bunga hingga 50 basis poin itu merepresentasikan langkah yang sangat agresif dari The Fed untuk menenangkan pasar kredit. Mata uang lainnya yang ikut bergejolak adalah dolar Kanada yang mencapai level tertingginya dalam 30 tahun terakhir setelah keputusan The Fed tersebut. Dolar Kanada ditutup menguat ke level 0,9864 dolar, setelah sempat menembus 0,9874 dolar AS. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 1977. Rupiah pun mendapatkan berkah dari pelemahan dolar AS tersebut. Pada perdagangan Rabu (19/9/2007), rupiah dibuka menguat ke level 9.274-9.279 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.380 per dolar AS. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads