IHSG Anjlok 1,24% Dipicu Saham Konglomerasi Astra

IHSG Anjlok 1,24% Dipicu Saham Konglomerasi Astra

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 21 Jan 2026 12:18 WIB
IHSG Anjlok 1,24% Dipicu Saham Konglomerasi Astra
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak rontok di perdagangan sesi I hari ini, Rabu (21/1). Pergerakan IHSG hari ini disebut terbebani melemahnya sejumlah saham big caps, salah satunya konglomerasi Astra Grup.

Berdasarkan data perdagangan RTI pada penutupan sesi I, IHSG melemah 1,24% ke level 9.021,48. Sebelumnya, IHSG bahkan sempat anjlok lebih dalam ke level 8.999,89 hingga akhirnya kembali ke level 9.000-an.

Saat ini, mayoritas saham melemah dengan rincian 582 saham turun, 146 saham naik, dan 74 saham stagnan. Volume perdagangan saham hingga pukul 11.32 WIB tercatat sebanyak 36,12 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,49 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG pada sesi I perdagangan ini dibebani oleh saham-saham big caps. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) misalnya, melemah hingga Auto Reject Bawah (ARB) 14,93% ke level Rp 27.200 per lembar saham. Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) sebagai holding grup juga tercatat melemah 9,62% ke level Rp 6.575 per lembar saham.

"Kami juga mencermati koreksi IHSG ini dibebani oleh sektor industri, properti dan infrastruktur, di mana juga beberapa emiten big caps seperti UNTR sempat ARB karena dampak pencabutan izin usahanya," ungkap Herditya kepada detikcom, Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

Saham konglomerasi Astra Grup lainnya juga tercatat melemah hari ini, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang turun 1,96% ke level Rp 7.500 per lembar saham, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melemah 2,55% ke level Rp 2.680 per lembar saham, dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang melemah 1,20% ke Rp 1.240 per lembar saham.

Meski begitu, melemahnya saham konglomerasi bukan satu-satunya sentimen yang melemahkan pergerakan IHSG. Herditya mengatakan, pergerakan IHSG sejalan dengan bursa global dan regional Asia yang ikut terkoreksi.

Berdasarkan data RTI Business, bursa saham Amerika Serikat (AS) hari ini juga melemah. Dow Jones Index (DJI) misalnya, melemah 1,76%, S&P 500 Index (GSPC) juga melemah 2,05%, dan Nasdaq (IXIC) melemah 2,39%.

Sementara bursa di kawasan, kompak bergerak di zona merah hari ini. Nikkei 225 Index (N225) melemah 0,45%, Hang Seng Index (HSI) juga turun 0,15%, dan Straits Times Index (STI) juga turun 0,32%. Herditya mengatakan, melemahnya bursa global terjadi imbas memanasnya tensi geopolitik menyusul rencana pengambilalihan Greenland.

"Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi imbas dari meningkatnya tensi geopolitik adanya rencana AS untuk mengambil Greenland dan mengancam adanya pengenaan tarif impor baru terhadap negara-negara yang menentang rencana tersebut," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, pergerakan IHSG hari ini kuat dipengaruhi oleh pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Konsensus memperkirakan BI masih menahan suku bunga acuan di level 4,75%.

"Para pelaku pasar akan menantikan hasil RDG BI dalam menetapkan BI-Rate dimana konsensus memperkirakan tetap di 4,75% karena terkait dengan kekhawatiran atas pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 dan kebutuhan BI untuk menjaga stabilitas pasar serta efektivitas transmisi kebijakan moneter," jelasnya.

Selain itu, terjadi aksi jual menyusul ancaman perang tarif baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap Uni Eropa. Ancaman tarif ini diumumkan terkait sengketa Greenland yang memicu ketidakpastian pasar.

"Bahkan dari global, ancaman tarif Trump terhadap beberapa negara Eropa terkait sengketa Greenland memicu ketidakpastian pasar dan memicu aksi jual di Wall Street. Investor menilai hal ini bisa memicu hambatan perdagangan maupun pengetatan global," pungkasnya.

Simak juga Video 'IHSG Bertahan di Area 8.900':

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads