MIRA Tak Mau Seperti Agis

MIRA Tak Mau Seperti Agis

- detikFinance
Kamis, 20 Sep 2007 14:13 WIB
Jakarta - Manajemen perusahaan transportasi, PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) mengatakan kenaikan harga saham perseroan murni karena pergerakan pasar dan tidak ada campur tangan dari manajmen maupun pemegang saham.Rencana transaksi perseroan dijamin sebagai transaksi nyata dan tidak seperti Agis. Saham Agis sempat melambung tinggi karena rencana sejumlah aksi korporasi namun kemudian sahamnya anjlok sebelum rencana itu teralisasi. Saham Agis diduga terkerek naik oleh campur tangan orang dalam."Kenaikan harga karena tindakan reaksi pasar, tidak ada tindakan dari pemegang saham, kami tidak bisa dibandingkan dengan Agis karena tindakan kami genuine," kata Dirut MIRA, Benny Prananto usai RUPSLB di Wisma LIA, Jalan Sangaji, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2007).Diakuinya harga saham perseroan memang melonjak tajam dalam kurun waktu 23 Agustus 2007 sampai 12 September 2007, dari Rp 101 menjadi Rp 380 per saham atau naik 276,24 persen.Kenaikan itu menurut Benny, dipicu oleh beredarnya kabar ekspansi perseroan. Dalam jangka panjang selain mengakusisi Sabre System International yang memiliki 1 unit kapal Floating Production Storage Offloading (FPSO).Untuk kurun waktu 2008-2010 perseroan akan membangun satu lagi FPSO ke-2 dengan ukuran 3 kali kapal FPSO Sea Good 101 yang merupakan kapal milik Sabre System International. Investasi untuk kapal ini sejumlah US$ 45 juta."Untuk yang US$ 45 juta ini, kami akan mencari pendanaan dari luar, apakah itu pinjaman atau obligasi belum ditentukan," katanya.Setelah 2010 perseroan juga akan masuk ke bisnis pengeboran dengan membeli rig. Terkait transaksi akuisisi Sabre System International dan PT Pulau Kencana Raya, Benny mengatakan karena dilakukan dengan pihak ketiga kemungkinan transaksi itu batal bisa saja terjadi."Kemungkinan tidak berhasil selalu ada, tapi negosiasinya sudah hampir selesai," kata Benny. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads