Chatib: Price Fixing Seluler Belum Terbukti
Kamis, 20 Sep 2007 18:55 WIB
Jakarta - Perusahaan seluler di Indonesia belum sampai melakukan price fixing, meskipun ada dua pemain besar melakukan pergerakan tarif yang sama.Pergerakan tarif telepon seluler secara bersamaan yang dilakukan oleh PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel belum bisa dikatakan sebagai price fixing.Price fixing adalah upaya penyeragaman tarif sehingga menghambat kompetisi di industri seluler. Hal ini dikatakan oleh Direktur LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri dalam diskusi publik bertemakan "Menegakkan Aturan Bisnis dalam Era Globalisasi: Kasus Sektor Telekomunikasi di Indonesia" yang digelar di Gedung CSIS, Jalan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (20/9/2007). "Dari studi yang dilakukan, pola tarif antara Indosat dan Telkomsel memang ada pergerakan yang sama, tapi tidak bisa dianggap sebagai oligopoli karena pergerakan tarif dalam industri selalu diikuti dengan yang lain karena mereka tidak mau kehilangan customer-nya itu konsep ekonomi," jelasnya. Chatib mengatakan bahwa dengan adanya pola harga yang sama tersebut, itu belum cukup dijadikan bukti untuk menyimpulkan bahwa kedua perusahaan tersebut adalah kartel. "Meskipun keduanya merupakan dua player yang dominan, jadi ini harus dilihat lebih hati-hati," ujarnya.Memang lanjut Chatib, hasil executive summary terhadap wacana tersebut yang dibuat oleh LPEM FEUI. Dikatakan bahwa pola tarif yang sama tidak selalu dapat diartikan sebagai price fixing atau hasil kolusi."Penetapan harga secara mandiri dan independen serta dengan memperhatikan secara bersamaan akan penetapan harga oleh pesaingnya tidak dianggap melanggar anti trust di Amerika Serikat," jelasnya.Memang hasil kajian LPEM FEUI itu dipakai oleh KPPU dalam menyelidiki kasus price fixing antara Indosat dan Telkomsel. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Manajemen FE Unpad Ina Primiana mengatakan bahwa pergerakan tarif yang bersamaan tidak menjadi masalah selama itu memuaskan konsumen. "Ini terbukti meskipun tarif Telkomsel paling mahal, tapi pelanggannya paling banyak dibandingkan operator lainnya," ujarnya.
(dnl/ir)











































