Dolar Masih di Posisi Terendah
Jumat, 21 Sep 2007 08:50 WIB
Jakarta - Dolar AS masih mencatat posisi terendahnya atas euro. Dolar bahkan menciptakan rekor terendah baru atas euro, setelah Gubernur Bank SEntral AS Ben Bernanke memberikan peringatan tentang belum berakhirnya dampak subprime mortgage.Menurut analis, dolar AS juga melemah tentang munculnya rumor Arab Saudi akan menghapus pematokan (peg) mata uangnya atas dolar AS.Pada perdagangan Kamis (20/9/2007) di New York, euro menguat tajam ke posisi 1,4065 dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1,3957 dolar. Euro bahkan sempat melonjak hingga 1,4098 dolar.Dolar juga melemah atas yen ke posisi 114,63 yen, dibandingkan sebelumnya di posisi 116,07 yen. Bernanke di depan Kongres AS mengingatkan bahwa masalah yang terburuk dari krisis subprime belum berakhir. Masih banyak pemilik rumah yang menghadapi kesulitan membayar rumah berdasarkan tingakt suku bunga hipotek yang disesuaikan berdasarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi."Dolar masih rentan dan dalam jangka pendek kemungkinan akan terus melemah," ujar Derek Halpenny, ekonom Bank of Tokyo-Mitsubishi di London seperti dikutip dari AFP.Namun pelemahan dolar di pasar global itu tidak berhasil mengangkat rupiah. Mata uang ini justru melemah seiring meningkatnya permintaan dolar menjelang akhir bulan.Pada perdagangan Jumat (21/9/2007), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.180/9.190 per dolar AS setelah sebelumnya sempat menguat tajam ke level 9.160 per dolar AS.
(qom/qom)











































