Sofyan Berharap Investor Wika Tidak Terbakar 'Barangnya'
Jumat, 21 Sep 2007 13:35 WIB
Jakarta - Penawaran kedua saham BNI menjadi pelajaran yang berharga. Tak ingin terulang, pemerintah berharap kondisi pasar sedang baik saat IPO PT Wijaya Karya (Wika), sehingga investor tak terbakar 'barangnya'."Mudah-mudahan pasarnya baik. Jangan sampai investor terbakar barangnya," harap Menneg BUMN Sofyan Djalil usai Salat Jumat dikantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (21/9/2007).Mengenai perolehan dana dari pelepasan 29,3% saham pemerintah di Wika, Sofyan juga berharap bisa menangguk hasil yang optimal."Kita mau sebanyak mungkin. Jumlahnya kan sudah jelas berapa persen. Tapi untuk target perolehan tergantung harga saham nantinya. Dan yang mempengaruhi adalah pasar," tambahnya. Bagaimana jika kondisi pasar sedang tidak bagus? "Ya, jangan didoain gitu. Mudah-mudahan pasarnya bagus, berpikir positif saja," katanya. Pemerintah akan melepas 29,3% sahamnya di Wika ke publik pada 24 Oktober. Rencananya, dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk memperkuat struktur modal kerja proyek dalam negeri (20%), pengembangan usaha konstruksi luar negeri dan EPC (40%) serta investasi dan pengembangan proyek infrastruktur (40%).IPO Jasa MargaTerkait IPO BUMN lainnya, PT Jasa Marga, Sofyan mengatakan pelepasan sahamnya tidak akan dilakukan secara bertahan karena biayanya sama besarnya.Pemerintah juga berharap IPO Jasa Marga mendapat hasil maksimal, saat kondisi pasar sedang baik.
(qom/ir)











































