IHSG Rontok Kian Dalam Dekati Trading Halt

IHSG Rontok Kian Dalam Dekati Trading Halt

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 12:32 WIB
IHSG Rontok Kian Dalam Dekati Trading Halt
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot mendekati batas trading halt di 8%. Hingga penutupan perdagangan sesi I, indeks saham ini bergerak di zona merah pada level 8.300-an.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 7,34% ke level 8.321,21. IHSG bergerak di zona merah meski sempat menyentuh level tertingginya pada perdagangan sesi I hari ini di level 8.596,17.

Hingga penutupan perdagangan sesi I, IHSG mencatat volume sebanyak 42,81 miliar dengan nilai transaksi Rp 30,05 triliun. Adapun volume transaksi saham hingga saat ini tercatat sebanyak 2.767.308 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, tercatat sebanyak 764 saham melemah, 30 saham menguat, 10 saham stagnan. IHSG Tercatat melemah bahkan sejak perdagangan sepekan terakhir, yakni sebesar 7,65%.

Sebelumnya, IHSG sempat melemah lebih dalam bahkan 7,8% ke level 8.269,14. Sementara ketentuan trading halt atau perhentian sementara perdagangan BEI, ditetapkan jika IHSG melemah hingga 8%.

ADVERTISEMENT

Langkah Bursa Usal Pengumuman MSCI

Pelemahan IHSG terjadi imbas pengumuman MSCI terkait perubahan metodologi perhitungan free float saham Indonesia yang dirilis pada Selasa (27/1) waktu setempat. BEI sendiri telah berkomitmen untuk berkoordinasi dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat komunikasi dengan MSCI.

"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, BEI juga berkomitmen untuk meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi sesuai praktik global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.

"Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya," jelasnya.

Simak juga Video 'IHSG Bergerak Terbatas':

(ahi/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads