IHSG Jeblok Airlangga Minta Nggak Perlu Panik: Saham Risikonya Naik Turun

IHSG Jeblok Airlangga Minta Nggak Perlu Panik: Saham Risikonya Naik Turun

Herdi Alif Al Hikam, Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 17:11 WIB
IHSG Jeblok Airlangga Minta Nggak Perlu Panik: Saham Risikonya Naik Turun
Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Fadil/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara soal pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus batas trading halt 8% pada perdagangan Rabu (28/1/2025).

Airlangga mengatakan bahwa pelemahan hingga trading halt ini dipengaruhi oleh aspek teknikal terkait evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Selain itu, ia menilai perlu adanya evaluasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atas sejumlah hal yang menjadi perhatian MSCI.

"Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi mengenai apa yang diminta MSCI," ujar Airlangga di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga mengatakan bahwa evaluasi yang mesti dilakukan mencakup aspek transparansi pasar yang dapat terus ditingkatkan melalui mekanisme yang sudah banyak diterapkan di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

Airlangga mengatakan saat ini pemerintah masih terus melakukan pemantauan terkait kondisi IHSG dan akan ada pembahasan dalam rapat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemangku kepentingan lain.

"IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yg lain, besok lah kita jadwalkan," katanya.

Terkait kekhawatiran investor akibat banyaknya saham yang anjlok, Airlangga mengatakan sebenarnya investor pasar saham tidak perlu panik. Hal ini merupakan hal yang wajar jika bermain saham pasti ada risiko naik dan turun.

"Ya nggak perlu panik, kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik ada yang turun," kata Airlangga.

Kebijakan MSCI

Sebagaimana diketahui, MSCI (Morgan Stanley Capital International) menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari 2026 mendatang. Pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

"MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan peserta pasar dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan," tulis pengumuman MSCI, dikutip Rabu (28/1/2026).

Simak juga Video: Sempat Diprediksi Tembus Level 9.000, Target IHSG Gagal Total!

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads