Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat menetapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit setelah IHSG melemah 8% di tengah perdagangan sesi II.
Pelemahan IHSG terjadi menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis Rabu waktu setempat. Pengumuman tersebut memuat sejumlah ketentuan mengenai free float dan potensi menurunkan peringkat BEI dari Emerging Market.
Apa Itu MSCI?
Dikutip dari laman resminya, MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks saham global. MSCI memiliki visi untuk memperkuat pasar global dengan menghubungkan para pelaku di seluruh ekosistem keuangan dengan bahasa yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, MSCI juga berperan untuk memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. MSCI menyediakan analisis dan wawasan untuk membantu mengidentifikasi risiko dan peluang investasi.
MSCI juga mendorong inovasi. MSCI berperan untuk membantu kliennya membuat keputusan untuk hasil investigasi yang lebih baik. Hingga saat ini, MSCI mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar US$ 18,3 triliun.
Saat ini, terdapat sejumlah saham Indonesia yang masuk dalam indeks MSCI. Saham-saham yang masuk biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA).
MSCI Bikin IHSG Anjlok
Kala IHSG melemah, mayoritas saham tersebut terkoreksi sebagian besar terkoreksi bahkan ada yang menyentuh Auto Reject Bawah (ARB). BEI mengatakan kondisi IHSG hari ini bukan skenario terburuk mengingat proses negosiasi masih berlangsung dengan MSCI hingga saat ini.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan melemahnya IHSG terjadi imbas aksi jual investor ritel karena panik mendengar pengumuman MSCI. Pasalnya selain perubahan metodologi perhitungan free float, MSCI juga membekukan rebalancing saham Indonesia pada bulan Februari. Pembekuan rebalancing ini berlaku hingga bulan Mei mendatang.
"Apa yang terjadi hari ini memang ada, menurut saya panic selling karena dua hal yang disampaikan yang jadi concern adalah, pertama untuk di bulan Februari rebalance-nya di-freeze. Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI," ungkap Iman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, terang Iman, MSCI juga akan menurunkan peringkat BEI menjadi Frontier Market dari posisi sebelumnya di posisi Emerging Market. Keputusan ini akan ditetapkan jika perbaikan tidak kunjung dilakukan BEI hingga Mei mendatang.
"Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Kalau kita sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia," jelasnya.
Pengumuman MSCI
Sebagaimana diketahui, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari 2026 mendatang. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.
"MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan peserta pasar dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan," tulis pengumuman MSCI, dikutip Rabu (28/1/2026).
Simak Video: Dampak MSCI Terhadap Merahnya IHSG Hari Ini











































