Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham dua hari berturut-turut. Trading halt pertama dilakukan BEI pada sesi II perdagangan Rabu (28/1). Kemudian trading halt kedua langkah sama diambil pada sesi I perdagangan Kamis (29/1).
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 1,06% kembali ke level 8.232,20. Indeks saham Indonesia ini bahkan sempat berada di level terendahnya pada posisi 7.481,98 usai longsor lebih dari 10%. Lantas berapa lama IHSG bisa kembali pulih?
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa mengatakan IHSG diperkirakan akan kembali pulih seiring sentimen MSCI mereda beberapa minggu ke depan. Kemungkinan pasar modal masuk kategori frontier market juga dianggap tidak terlalu mempengaruhi gerak IHSG dalam jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG berpeluang berangsur stabil dalam beberapa minggu ke depan setelah tekanan sentimen mereda. Terkait isu penurunan status ke frontier market, menurut saya risikonya relatif kecil dalam jangka pendek," ungkap Reydi kepada detikcom, Kamis (29/1/2026).
Saat ini, terang Reydi, investor global tengah melakukan penyesuaian portofolio yang menyebabkan runtuhnya IHSG di sesi I hari ini. Penyesuaian portofolio juga dilakukan menyusul pengumuman MSCI dan pemangkasan peringkat oleh Goldman Sachs.
"Pelemahan IHSG di hari kedua pasca pengumuman MSCI, ditambah pemangkasan rating oleh Goldman Sachs, mencerminkan penyesuaian portofolio investor global, terutama asing. Trading halt di awal sesi menunjukkan tekanan psikologis dan teknis pasar yang terakumulasi, bukan semata aksi jual ritel atau perubahan fundamental ekonomi," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan otoritas pasar modal memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) untuk kembali memulihkan IHSG dan kepercayaan investor asing maupun domestik. Perbaikan utamanya mencakup pengumuman dari MSCI.
Menurutnya, ada sejumlah risiko jika perbaikan tidak segera dilakukan sesuai batas waktu yang ditetapkan MSCI. Ia memperkirakan akan terjadi aksi jual di pasar modal hingga melemahnya nilai tukar rupiah jika IHSG masuk dalam kategori frontier market.
"Pelemahan mata uang Rupiah akan menjadi risiko selanjutnya dan akan berimbas juga ke sektor riil dari sisi kehilangan kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia," ungkapnya.
Peringatan MSCI & Pemangkasan Rating Goldman Sachs
Sebagaimana diketahui, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari 2026 mendatang. Pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.
Sementara Goldman Sachs diketahui menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi 'underweight' dari 'market weight'. Pemangkasan ini dilakukan menyusul pengumuman MSCI yang menjadi sentimen utama anjloknya IHSG dan aksi jual investor asing.
Goldman Sachs juga memperkirakan net sell IHSG akan mencapai US$ 2,2 miliar menyusul pengumuman MSCI. Pada skenario terburuk, net sell bahkan disebut bisa mencapai US$ 7,8 miliar.
"Kami memperkirakan pasar akan tetap berada di bawah tekanan dan tidak melihat ini sebagai titik masuk," kata para ahli strategi Goldman Sachs dikutip dari Business Times, Kamis (29/1/2026).
Simak juga Video: Potential Outflow 13 Miliar USD Bakal Pengaruhi Pergerakan IHSG Indonesia
(ahi/hns)










































