Emiten milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Aksi korporasi ini dilakukan karena keterjangkauan harga saham perseroan yang relatif tinggi saat ini.
Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), harga saham DSSA yang tinggi menyebabkan terbatasnya likuiditas perdagangan saham. Aksi korporasi ini akan dilakukan setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret mendatang.
"Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 lot saham Perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan," tulis Manajemen DSSA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stock split akan dilakukan terhadap 7.705.523.200 saham. Kemudian setelah stock split menjadi sebanyak 192.638.080.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1 per saham.
Manajemen menegaskan, stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split untuk mencerminkan nilai ekonomi yang setara.
"Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau. Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan tidak menerbitkan efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham," jelasnya.
Sebagai informasi, DSSA hari ini tercatat menguat 1,97% dengan harga Rp 95.850 per lembar saham. DSSA naik usai dua kali terkoreksi 15% pada perdagangan Rabu (28/1) dan 4,67% pada Kamis (29/1).
(ahi/ara)











































