Anjuran Purbaya ke Investor Saham: Serok, Serok!

Anjuran Purbaya ke Investor Saham: Serok, Serok!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 30 Jan 2026 14:41 WIB
Anjuran Purbaya ke Investor Saham: Serok, Serok!
Menkeu Purbaya/Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beranggapan saat ini waktu yang tepat bagi investor untuk membeli saham. Anggapan itu disampaikan seiring mundurnya Iman Rachman sebagai Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai sebagai sinyal positif.

"Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah, buy, serok-serok!" kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Purbaya menekankan tidak ada dampak apapun terkait pengunduran diri Iman Rachman sebagai Dirut BEI. Bendahara Negara itu justru melihatnya ini sebagai sinyal positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada (dampak), saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada (dampak) ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

Dengan pengunduran diri Dirut BEI, kata Purbaya, investor akan melihat bahwa pemerintah merespons keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan cepat dan sungguh-sungguh. Ke depan, investor diklaim akan lebih yakin untuk berinvestasi di pasar modal.

"Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, bahwa arah ke depan agak lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI," ujar Purbaya dengan optimis.

Purbaya menganggap pengunduran diri Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab menyusul runtuhnya IHSG dua hari terakhir. Iman Rachman dianggap memiliki kesalahan fatal yakni tidak menindaklanjuti laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga membuat runtuhnya IHSG.

"Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dianggapnya ekonominya nggak stabil padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh," ujar Purbaya.




(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads