Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual bersih atau net sell investor asing saat Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi pimpinan. Pengunduran diri dilakukan sebagai tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu dan Kamis (28-29 Januari).
Berdasarkan data BEI, net foreign sell IHSG menyentuh Rp 1,53 triliun. Aksi ini memperdalam tren jual bersih asing sepanjang tahun 2026, yang tercatat sebesar Rp 9,88 triliun.
"Investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih Rp 1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun," tulis BEI dalam pengumumannya, dikutip Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BEI mencatat penurunan IHSG pada perdagangan sepekan terakhir sebesar 6,94% yang ditutup pada level 8.329,60 dari posisi 8.951,01 di pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI juga menurun sebesar 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun pekan sebelumnya.
Volume transaksi harian pekan ini juga menurun 3,69% menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pekan sebelumnya. Namun begitu, tercatat peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yaitu sebesar 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp33,85 triliun.
Peningkatan juga tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Untuk diketahui, Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1) pagi. Kemudian pada malam harinya, OJK turut mengumumkan pengunduran diri sejumlah pimpinannya. Berikut rinciannya:
1. Iman Rachman - Direktur Utama BEI
2. Mahendra Siregar - Ketua Dewan Komisioner OJK
3. Mirza Adityaswara - Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
4. Inarno Djajadi - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK
5. I.B. Aditya Jayaantara - Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK











































