Bos Danantara Sebut BUMN Punya Kepentingan Besar di Pasar Modal

Bos Danantara Sebut BUMN Punya Kepentingan Besar di Pasar Modal

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 01 Feb 2026 17:55 WIB
Bos Danantara Sebut BUMN Punya Kepentingan Besar di Pasar Modal
Foto: detikcom/Ilyas Fadilah
Jakarta -

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengaku punya kepentingan yang besar di pasar modal Indonesia. Pasalnya, emiten-emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diklaim menyumbang 30% dari total kapitalisasi pasar saat ini.

Diketahui saat ini, terdapat banyak perusahaan pelat merah yang masuk dalam perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Rosan pun mendukung rencana dan inisiatif di pasar modal yang telah ditetapkan Self-Regulatory Organization (SRO) dalam waktu dekat.

"Karena di Danantara, Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah Danantara itu kontribusinya hampir 30% dari total market kapitalisasi di pasar modal kita. Jadi kita punya kepentingan yang sangat besar. Bagaimana bersama-sama menjaga, dengan SRO yang ada ini, dengan OJK, agar pasar modal kita adalah pasar modal yang mencerminkan valuasi, yang mencerminkan keadaan dari perusahaan-perusahaan kita ini secara benar, secara baik," ungkapnya dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosan meyakini, pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih transparan dan dipercaya. Selain itu, ia juga memastikan harga saham emiten di pasar modal RI murni dibentuk oleh supply dan demand.

ADVERTISEMENT

"Tentunya nilai dari market kapitalisasi kita, market kita ini terus berkembang, valuasi dari pasar, dari harga saham kita juga terus meningkat, tetapi murni benar-benar dari pembentukan harga pasar," jelasnya.

Karenanya, Rosan menilai mestinya ke depan tidak ada isu lagi terkait likuiditas emiten-emiten di pasar modal domestik. Menurutnya, koreksi dari MSCI terkait transparansi free float merupakan momentum bagi pasar modal untuk kembali meningkatkan kualitas dan transparansi.

"Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk kita meningkatkan sekarang kualitas, transparansi, akuntabilitas dari bursa kita," jelas dia.

(kil/kil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads