Bareskrim Polri akan menyelidiki aksi goreng saham di balik anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu dan Kamis (28-29 Januari) kemarin.
Pada dua hari yang lalu, diketahui IHSG melemah bahkan hingga dihentikan sementara perdagangan saham atau trading halt.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mendukung rencana pendalaman Bareskrim. Namun, ia mengaku belum mendapatkan laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum, sama sekali belum. Tapi kami tentu menghormati seandainya aparat penegak hukum melakukan hal tersebut," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).
Hasan berharap, penyelidikan Bareskrim nantinya proporsional dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Kami berharap tentu dilakukan secara proporsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mendukung setiap proses hukum dalam upaya memberantas praktik goreng saham. Karena menurutnya, segala kegiatan manipulasi masuk dalam pelanggaran di pasar modal.
"Bursa selalu mendukung setiap upaya penegakan hukum," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Sebagai informasi, Bareskrim Polri bakal menyelidiki unsur pidana terkait isu saham gorengan tersebut. Penyidikan dilakukan sejalan dengan sejumlah perkara aksi goreng saham yang sedang ditelusuri Bareskrim Polri.
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen, Ade Safri Simanjuntak, mencontohkan salah satu kasus terkait saham yang ditangani Bareskrim, yakni penyidikan terhadap Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, dan eks Kanit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan tercatat 2 Divisi PP1 PT BEI, Mugi Bayu.
"Pasti. Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa," kata Ade dikutip dari detikNews, Jumat (30/1/2026).
(ahi/hns)










































