Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka ruang merevisi target Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Revisi ini dilakukan menyusul rencana naiknya batas free float atau jumlah saham yang dapat diperdagangkan dari 7,5% menjadi 15%.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, mengatakan revisi target IPO menjadi konsekuensi yang timbul dari kenaikan free float saham. OJK menekankan IPO secara kualitas.
"Tentu, tapi sementara kami confirm dalam kondisi keseluruhan reform atau reformasi integritas ini prinsipnya kita akan mengundangkan quality over quantity," ungkap Hasan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dampak kenaikan free float saham ini hanya bersifat sementara. Mengingat otoritas pasar modal tidak sepenuhnya mengubah prospek. Dengan mengedepankan kualitas IPO, Hasan meyakini pasar modal akan lebih menarik dibanding sebelumnya.
"Ini semua baik kok, dan ini menjadi standar yang berlaku juga di best practice internasional. Bahwa mendorong lebih besar porsi free float itu menjadi tujuan bersama seluruh bursa di dunia, terutama bursa-bursa utama termasuk Bursa Efek Indonesia tentu ingin menghadirkan attractiveness atau kemenarikan bursanya," pungkasnya.
Sebagai informasi, BEI mencanangkan target ambisius dalam Masterplan BEI 2026-2030. BEI juga menargetkan masuk jajaran 10 besar bursa dunia dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, BEI juga menargetkan nilai Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) ditargetkan mencapai Rp 15 triliun pada 2026. Target ini didasarkan pada kondisi makroekonomi nasional dan global.
Tahun ini, BEI juga menargetkan total 555 pencatatan efek, termasuk 50 perusahaan baru initial public offering (IPO). Dari sisi investor, BEI menargetkan penambahan 2 juta single investor identification (SID) baru.
Lihat juga Video Bareskrim Mau Usut Dugaan Saham Gorengan, OJK Buka Suara











































