Emiten milik pengusaha Prajogo Pengestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun. Aksi ini rencananya akan dilakukan pada 6 Februari hingga 5 Mei 2026.
Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), buyback ini menjadi salah satu upaya memberikan nilai tambah kepada investor. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja saham sesuai kinerja perseroan.
"Rencana Pembelian Kembali Saham ini dilakukan sebagai salah satu upaya Perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham," tulis Manajemen CDIA, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi korporasi serupa juga dilakukan oleh perusahaan induk CDIA, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Perseroan berencana buyback dengan menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun yang berasal dari kas internal TPIA.
Aksi buyback saham rencananya rampung dalam waktu paling lama tiga bulan setelah tanggal penyampaian Keterbukaan Informasi ini, yaitu 4 Februari 2026 - 3 Mei 2026. Manajemen TPIA juga percaya, aksi buyback ini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.
"Perseroan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja, pendapatan, dan pembiayaan Perseroan, karena Perseroan memiliki arus kas dan modal kerja yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha, belanja modal, dan Pembelian Kembali Saham," jelas Manajemen TPIA.
Sebagai informasi, saham CDIA hari ini bergerak di zona hijau sejak sesi I perdagangan. CDIA menguat ke level 0,93% ke harga Rp 1.090 per lembar saham. Begitu juga TPIA, menguat 1,46% ke harga Rp 6.950 per lembar saham.
Lihat juga Video: Elon Musk Diprediksi Jadi Triliuner Pertama, Prajogo Pangestu Keempat











































