Di tengah tekanan ekonomi global dan domestik yang masih berlanjut, emiten teknologi PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2025. Perusahaan membukukan pertumbuhan EBITDA lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024.
Lonjakan laba tersebut terjadi meski pertumbuhan pendapatan tercatat relatif moderat, yakni sekitar 5% secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan perusahaan tidak semata mengejar kenaikan omzet, melainkan fokus memperbaiki kualitas laba melalui efisiensi dan pengendalian biaya.
Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan efisiensi operasional, peningkatan produktivitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Integrasi AI dalam ERP membuat proses operasional berjalan lebih cepat, presisi, dan berbasis data real-time, sehingga struktur biaya menjadi lebih optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5% dibandingkan 2024, namun EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator yang sangat jelas mengenai kualitas pertumbuhan Perseroan. Di tengah lingkungan ekonomi yang penuh tekanan dan ketidakpastian, kami memilih untuk tidak sekadar bertahan, melainkan memperkuat profitabilitas. Kami menunggangi AI di era modern dengan teknik berpikir tradisional-yaitu disiplin bisnis untuk mengekstraksi nilai dan menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat," ujar CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk, Alamsyah, dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Manajemen menyebut transformasi digital internal melalui ERP berbasis AI turut meningkatkan visibilitas kinerja operasional secara real-time. Dampaknya, pengambilan keputusan manajerial menjadi lebih cepat, alokasi sumber daya lebih efisien, dan produktivitas per karyawan meningkat signifikan.
Perusahaan yang bergerak di bidang solusi telematika dan teknologi pemantauan kendaraan ini memiliki portofolio produk seperti GPS tracker, dash camera, serta layanan Software as a Service (SaaS). Layanannya banyak digunakan oleh perusahaan logistik dan rental kendaraan untuk memantau posisi kendaraan, konsumsi bahan bakar, perilaku pengemudi, hingga pemantauan berbasis video.
Dari sisi tata kelola dan operasional, perusahaan juga mengantongi sejumlah sertifikasi internasional, antara lain ISO 9001:2015, ISO 27001:2022, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019.
Dengan struktur biaya yang makin efisien dan disiplin manajemen yang kuat, 2025 dipandang sebagai fase konsolidasi fundamental, sekaligus pijakan untuk pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkualitas di tengah akselerasi digitalisasi sektor logistik dan transporta
(fdl/fdl)










































