Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (9/2) di zona positif dengan kenaikan 1,22% ke level 8.031,87.
Penguatan indeks ditopang oleh pergerakan saham DSSA yang melonjak 8,87%, EMAS yang melesat 15,38%, serta BRMS yang menguat 6,88% dan menjadi penggerak utama pasar. Sebaliknya, tekanan terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. BBCA terkoreksi 2,28%, BYAN melemah 1,72%, dan BMRI turun 0,99%.
Dari aktivitas investor asing, tercatat adanya penjualan bersih senilai Rp599,51 miliar di pasar reguler. Namun, secara akumulatif di seluruh pasar, asing masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp721,54 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan sektoral juga cenderung positif, di mana 9 dari 11 sektor berakhir menguat. Sektor basic industry mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 4,41%, sementara sektor healthcare menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, turun 0,23%.
Dari kawasan Asia, pasar Indonesia masih merespons positif kemenangan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Meski demikian, pelaku pasar cenderung menahan langkah menjelang pertemuan antara OJK, BEI, dan KSEI dengan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/2). Sikap menunggu ini tercermin dari pergerakan datar ETF EIDO serta MSCI Indonesia yang hanya bergerak terbatas.
Berita Emiten
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
BBTN mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Laba bersih perseroan tumbuh 16,40% secara tahunan menjadi Rp3,50 triliun, naik dari Rp3,00 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ini didorong peningkatan pendapatan bunga sebesar 23,00% menjadi Rp36,33 triliun, sementara beban bunga relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,40% menjadi Rp17,91 triliun.
Kondisi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih melonjak 57,50% menjadi Rp18,42 triliun dan berimbas pada kenaikan Net Interest Margin (NIM) ke level 4,20% dari sebelumnya 2,90%.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit konsolidasi BBTN mencapai Rp400,57 triliun atau tumbuh 11,90% secara tahunan. Sektor perumahan masih mendominasi dengan porsi Rp328,40 triliun, yang terbagi ke dalam KPR subsidi sebesar Rp191,18 triliun dan KPR non-subsidi Rp113,04 triliun. Dari sisi pergerakan harga, saham BBTN berpotensi menguji kembali area 1.235.
PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH)
WGSH mengumumkan rencana pembagian saham bonus dengan jumlah maksimal 1,04 miliar lembar. Aksi korporasi ini akan berasal dari tambahan modal disetor senilai Rp20,85 miliar dan direncanakan dimintakan persetujuan melalui RUPSLB pada 25 Maret.
Saham bonus tersebut memiliki nilai nominal Rp20 per lembar dengan rasio 1:1, sehingga setiap pemegang satu saham lama berhak memperoleh satu saham baru. Dengan rencana ini, jumlah saham beredar WGSH berpotensi meningkat menjadi 2,08 miliar lembar.
Adapun jadwal cum saham bonus di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 2 April, sementara distribusi saham bonus kepada pemegang saham direncanakan berlangsung pada 24 April.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI - Buy 234-238 | TP 250-256 | SL 222
BRMS - Buy 1000-1010 | TP 1040-1070 | SL 940
BUVA - Buy 1110-112 | TP 1150-1180 | SL 1045
CBDK - Buy 5975-6025 | TP 6175-6350 | SL 5600
INCO - Buy 6150-6200 | TP 6400-6600 | SL 5800
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)










































