Hashim ke Bos Baru OJK & BEI: Anda Diawasi Ketat!

Hashim ke Bos Baru OJK & BEI: Anda Diawasi Ketat!

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 09:49 WIB
Hashim memberikan sambutan di COP 29 Azerbaijan
Foto: Fuad Fariz
Jakarta -

Pemerintah disebut akan memperketat pengawasan di pasar modal menyusul peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi. Pengawasan ini tidak hanya ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, memperingatkan hal tersebut langsung kepada Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dan Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.

"Jadi, saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey, dan Anda, Pak Hasan. Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat. Dan saya serius," ungkapnya dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF), di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashim menyebut, peringatan MSCI berpotensi mencoreng kehormatan negara. Di sisi lain, kondisi ini dianggap banyak merugikan investor ritel menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pemerintah berupaya memperketat pengawasan untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan negara. Hal ini juga disebut menjadi perhatian besar Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," tegasnya.

Sebagai informasi, peringatan MSCI memicu anjloknya IHSG pada dua hari perdagangan. Indeks saham sempat melemah hingga 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1). Pada hari yang sama, IHSG bahkan sempat trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham di sesi II perdagangan.

Langkah trading halt juga diambil BEI setelah IHSG melemah 8% pada sesi I perdagangan Kamis (29/1) kemarin. Meski terjadi trading halt, IHSG kembali menguat di penutupan perdagangan meski masih terkoreksi 1,06% ke level 8.232,20.

Kemudian pada Jumat (30/1), Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Direktur Utama BEI. Pengunduran diri ini dianggap sebagai tanggung jawab atas anjloknya IHSG.

"Dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, ya walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya-jawab bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri," ujar Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).

Simak juga Video: Purbaya Pastikan Calon Bos OJK Diproses Lewat Pansel

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads