BEI Pede Free Float Jadi 15% Bisa Pangkas Saham Gorengan

BEI Pede Free Float Jadi 15% Bisa Pangkas Saham Gorengan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 14:26 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meningkatkan ketentuan free float minimum menjadi 15% sebagai bagian dari upaya reformasi pasar modal. Kebijakan ini juga dinilai dapat menekan praktik manipulasi saham atau saham gorengan.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan free float yang lebih tinggi akan menyulitkan upaya goreng-menggoreng saham. Free float yang lebih tinggi juga akan meningkatkan transparansi.

"Dengan peningkatan free float, dengan pasar yang lebih dalam, tentu upaya untuk melakukan manipulasi akan lebih sulit. Bayangkan saja untuk memanipulasi free float 10, dengan memanipulasi free float 1.000, itu tentu tiga kesulitannya beda. Ya tentu, tadi itu dengan pasar yang lebih dalam, free float yang lebih besar, transparansi yang lebih tinggi, kita harapkan upaya-upaya manipulasi pasar bisa kita tekan. Di sisi lain, pengawasan, penindakan itu terus kita lakukan juga,," ujar Jeffrey di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BEI selama ini mengawasi pergerakan harga saham melalui sistem monitoring internal. BEI rutin mengeluarkan peringatan unusual market activity (UMA) terhadap saham yang bergerak di luar kewajaran. Apabila volatilitas berlanjut maka dapat dilakukan suspensi untuk memberi waktu kepada investor mencerna informasi.

ADVERTISEMENT

"Kemudian kalau masih ada volatilitas, ya tentu kami juga melakukan suspensi. Sekali lagi, itu untuk memberikan waktu kepada investor untuk mencerna informasi yang ada di pasar," tuturnya.

Di sisi penindakan, BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menangani dugaan manipulasi pasar. Sejumlah pihak telah dikenakan sanksi administratif oleh OJK dan proses penegakan hukum tersebut akan terus dilakukan.

"Dan itu akan terus kita lakukan. Tetapi selain itu terus kita lakukan, di sisi lain kita juga meningkatkan transparansi. Dengan transparansi yang lebih tinggi, tentu upaya untuk melakukan manipulasi akan lebih sulit," tutupnya.

Simak juga Video: Pakar Ungkap Cara Selamatkan Investor Ritel di Masa Bersih-bersih Saham Gorengan

(ily/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads