Mantap! Kinerja UNVR Membaik, Laba Naik Dua Digit di 2025

Mantap! Kinerja UNVR Membaik, Laba Naik Dua Digit di 2025

Renaldi Saputra - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 15:07 WIB
Unilever
Foto: Unilever
Jakarta -

PT Unilever Indonesia melaporkan hasil kinerja keuangan yang telah diaudit untuk tahun buku 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih dari continuing operations-tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi-sebesar Rp31,9 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp3,5 triliun.

Pada kuartal IV 2025, Unilever mencatat pertumbuhan yang kuat didorong peningkatan volume penjualan. Perseroan menutup tahun dengan kinerja positif baik di pasar domestik maupun ekspor, seiring langkah strategis yang ditempuh untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Catatan Kinerja Unilever Indonesia Sepanjang 2025

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unilever membukukan pendapatan bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp31,9 triliun sepanjang 2025, naik 4,3% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja ini memperkuat tren positif yang telah terlihat sejak kuartal IV 2025.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto operasi yang masih berjalan tercatat sebesar 46,9%, turun 60 basis poin dibandingkan tahun lalu akibat meningkatnya biaya transformasi. Namun, di luar biaya transformasi, laba bruto justru naik 46 basis poin.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, laba sebelum pajak dari operasi yang masih berjalan meningkat menjadi 14,1%, atau naik 183 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tidak memperhitungkan biaya transformasi, laba sebelum pajak tercatat sebesar 16,3%.

Laba bersih dari operasi yang masih berjalan mencapai Rp3,5 triliun, melonjak 21,8% secara tahunan. Di luar biaya transformasi, laba bersih tercatat sebesar Rp4,1 triliun.

Secara keseluruhan, dengan mengikutsertakan hasil dari discontinued operations atau operasi yang dihentikan serta laba bersih dari penjualan bisnis Es Krim, total laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun.

Dari sisi arus kas, free cash flow tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga melaporkan posisi tanpa utang (zero debt) hingga akhir 2025.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan kinerja sepanjang 2025 menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat. Menurutnya, strategi transformasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil terhadap pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

"Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," ujar Benjie, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, meskipun tantangan bisnis masih akan dinamis, perusahaan optimistis berada di jalur yang tepat untuk memperkuat daya saing

"Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat - membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

3 Fokus Utama Unilever Perkuat Fondasi Bisnis 2025

Sepanjang 2025, PT Unilever Indonesia Tbk merefleksikan capaian strategis yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni kategori, saluran penjualan, dan efisiensi biaya. Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas.

Dari sisi kategori, perseroan memperkuat daya tarik merek dan memfokuskan portofolio ke segmen dengan pertumbuhan lebih cepat. Kontribusi segmen bertumbuh tinggi naik dari 8% menjadi 9,8%. Divestasi bisnis es krim dan teh juga dilakukan agar perusahaan lebih fokus pada Power Brands dan kategori berpotensi jangka panjang.

Sebanyak 16 merek, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, mencatat pertumbuhan pada 2025. Merek-merek tersebut berkontribusi 75% terhadap total penjualan dengan pertumbuhan 9,1%.

Di sisi saluran penjualan, perseroan memperkuat infrastruktur distribusi guna meningkatkan ketersediaan dan visibilitas produk. Unilever juga mempercepat ekspansi di D-Commerce serta kategori Health & Beauty yang tumbuh signifikan, seiring perubahan perilaku belanja konsumen.

Sementara dari sisi biaya, perusahaan menjalankan disiplin efisiensi di seluruh rantai nilai. Langkah ini menghasilkan penghematan yang dapat dialokasikan kembali untuk penguatan merek, inovasi, serta prioritas pertumbuhan strategis, sekaligus memperkuat margin dan fondasi keuangan perusahaan.

Langkah ke Depan untuk 2026

Unilever Indonesia menegaskan fokus bisnis pada 2026 tetap diarahkan pada pertumbuhan berbasis kualitas dan volume penjualan. Targetnya, kinerja tersebut mampu melampaui tren pasar.

Mereka memperkirakan kinerja kuartal I 2026 akan mengalami perlambatan sementara. Hal ini dipengaruhi oleh pergeseran waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal, sehingga pola belanja konsumen telah tercatat pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, manajemen menilai dampak tersebut bersifat musiman dan tidak mencerminkan fundamental bisnis. Perseroan tetap optimistis terhadap arah pertumbuhan ke depan, seiring berbagai perbaikan struktural yang telah dijalankan sepanjang 2025.

"Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak," tambah Benjie.

Benjie menegaskan komitmennya untuk menjaga konsistensi eksekusi strategi di tengah dinamika pasar. Fokus ke depan tetap diarahkan pada penguatan kinerja merek dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

Tonton juga video "Samsung Catat Laba Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir, Berapa?"




(ega/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads