Respons BEI Usai Prabowo Marah Besar Gara-gara MSCI

Respons BEI Usai Prabowo Marah Besar Gara-gara MSCI

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 13 Feb 2026 06:55 WIB
Pekerja melakukan perawatan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (18/1/2017). BEI menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi nasional.(Ari Saputra/detikcom)
Gedung BEI/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar saat mendengar peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu. Hal ini lantas ditanggapi oleh Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik.

Jeffrey mengatakan, BEI berjanji meningkatkan transparansi dan integrasi pasar usai pengumuman MSCI. BEI akan memperbaiki pasar modal Indonesia secepat mungkin.

"Oh iya tentu itu jadi peringatan bagi kami untuk bisa secara lebih cepat lagi melakukan hal-hal yang tadi kami sampaikan, meningkatkan transparansi pasar meningkatkan integritas pasar, itu menjadi peringatan bagi kami. Dan itu akan kami lakukan dalam waktu secepat mungkin," katanya dalam acara Economic Outlook 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat Diminta Mundur

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, menyebut ada beberapa pejabat di lembaga otoritas pasar modal yang akhirnya diminta mengundurkan diri. Desakan pengunduran diri ini juga imbas ketidaktransparanan di otoritas pasar modal.

"Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Hashim menjelaskan, amarah Prabowo bukan hanya terkait dengan transparansi pasar modal. Lebih dari itu, peringatan MSCI dianggap berpotensi mencoreng kehormatan negara.

"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," jelasnya.

Selain itu, anjloknya IHSG saat ini dianggap sangat merugikan investor ritel. Reputasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut dipertaruhkan imbas persoalan tersebut.

"Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting," imbuhnya.

Saksikan Live DetikPagi :

(ily/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads