Porsi Asing di Wika Dijatah 30%

Porsi Asing di Wika Dijatah 30%

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2007 15:16 WIB
Jakarta - Investor asing bisa menguasai saham PT Wijaya Karya Tbk (Wika) hingga 30 persen dalam proses penawaran saham perdana (IPO)."Ya kalau kejual semua asing maksimal 30 persen. Tapi kayanya juga gak mungkin karena dia (CIMB) kan jualan disini juga," kata Dirut Wika, A. Soetjipto.Hal itu diungkapkan Soetjipto usai rapat dengan Komisi VI DPR di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2007).Wika melepas 1.846 miliar atau 31,7 persen dari total saham Wika. Harga saham IPO di kisaran Rp 320 sampai Rp 420 per saham. Untuk IPO ini, Wika menunjuk PT Bahana Securities, PT CIMB-GK Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. CIMB-GK Securities Indonesia mendapat jatah 30 persen saham Wika yang harus dijual dengan menawarkan saham di luar negeri.Sedangkan Bahana mendapat tugas menjual 40 persen saham dan Indo Premier 30 persen."Ya kalau kejual semua jatah CIMB, asing 30%," kata Soetjipto. Dalam pelaksanaan roadshow menurut Soetjipto, tanggapan investor sangat baik. Tapi roadshow itu tidak bisa menentukan berapa banyak pesanan. "Jadi cuma saya tanya tanggapan mereka bagaimana tantang perusahaan kita, ternyata bagus. Infrastruktur dinilai bagus, jadi kalau untuk pesanan, itu ada prosedur sendiri, melalui underwriter," jelasnya. Jumlah saham Wika yang laju terjual baru akan diketahui pada 4 Oktober 2007.Soetjipto mengaku sebenarnya tidak ada porsi khusus untuk asing berapa dan lokal berapa. "Memang penjatahan nanti ada tapi tidak secara khusus, asing berapa, lokal berapa. Mana duluan, mana harga bagus," katanya. "Kalau kita, lokal ada, asing ada. Tapi keperluannya adalah asing itu bisa membawa, kalau ada apa-apa, ada pekerjaan, mereka akan merekomendasikan kita karena mereka punya saham kita. Jadi ada gunanya juga asing ini. Tapi kalau untuk dominasinya ya lokal lah," paparnya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads