PPA Pegang Nasib Citatah
Senin, 01 Okt 2007 15:46 WIB
Jakarta - Nasib kelangsungan usaha PT Citatah Tbk kini berada di tangan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Pasalnya, konversi utang ke saham yang direncanakan perusahaan pertambangan marmer itu untuk memperbaiki kinerja usaha perseroan, masih terganjal persetujuan PPA sebagai salah satu kreditor."Mengenai konversi utang ke saham ini kita sangat bergantung pada keputusan PPA jika PPA tidak menyetujui maka perusahaan yang akan repot," kata Dirut Citatah Taufik Johannes dalam paparan publik di BEJ, Senin (1/10/2007).Menurutnya persetujuan PPA merupakan satu-satunya jalan bagi perseroan untuk keluar dari jerat rugi. Citatah membutuhkan modal kerja baru sebesar US$ 4 juta, US$ 1juta untuk rekondisi peralatan tambang dan US$ 3 juta untuk modal kerja. Taufik mengatakan sejak tahun lalu, salah satu investor asal Singapura menyatakan minatnya untuk membantu pendanaan perusahaan. Namun, realisasinya terhambat karena manajemen belum menyelesaikan restrukturisasi utang tersebut.PPA sendiri baru menjadwalkan pembicaraan restrukturisasi utang Citatah pada Februari 2008. Besaran konversi utang ke saham senilai US$ 5,915 juta itu juga menunggu pembicaraan dengan PPA.Pada semester I-2007 Citatah mencatat kerugian Rp 3,14 miliar dibanding akhir tahun 2006 Rp 20,58 miliar. Sampai akhir tahun proyeksi kerugian perseroan ditaksir Rp 9,828 miliar.
(ard/ir)











































