IHSG Tak Peduli Inflasi
Senin, 01 Okt 2007 16:11 WIB
Jakarta -
Pasar saham mulai memperkokoh diri dengan kenaikan yang cukup signifikan diawal pekan ini.Kenaikan inflasi September menjadi 0,8% dari Agustus 0,75 persen tidak membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) negatif.Pada penutupan perdagangan saham Senin (1/10/2007), IHSG menanjak 40,250 poin (1,71%) ke posisi 2.399,456. Indeks LQ-45 naik 10,348 poin (2,07%) ke level 509,056 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,015 poin (2,01%) ke level 407,762.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 56.072 kali, dengan volume 5,565 miliar unit saham senilai Rp 4,734 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 91 saham naik, 75 saham turun dan 71 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Indosat (ISAT) naik Rp 1.050 menjadi Rp 8.750, Telkom (TLKM) naik Rp 350 menjadi Rp 11.350, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 350 menjadi Rp 12.400, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 175 menjadi Rp 4.325 dan Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 13.350. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.550, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.750 dan Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) turun Rp 10 menjadi Rp 1.480.Analis saham David Ferdinandus mengatakan, kenaikan IHSG masih ditopang masuknya dana asing selain faktor bursa regional yang juga menguat. "Asing masih terus net buy salah satu indikasinya adalah masih menguatnya rupiah," ujarnya. Data-data inflasi yang naik juga tidak terlalu berdampak bagi pergerakan saham-saham. Karena inflasi telah diekspektasikan akan terus meningkat hingga akhir tahun oleh pelaku pasar. "Naiknya inflasi sudah diekspektasi pelaku pasar," ujarnya.
(ir/qom)










































