Investasi Nikel Antam - BHP Billiton Capai US$ 4 Miliar

Investasi Nikel Antam - BHP Billiton Capai US$ 4 Miliar

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2007 09:39 WIB
Jakarta - Investasi proyek kerjasama penambangan nikel antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dengan BHP Billiton diperkirakan mencapai US$ 4 miliar. Direktur Pengembangan Antam Dharma Ambiar menjelaskannya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (2/10/2007). Kerjasama penambangan di Buli, Maluku Timur ini terbagi dua proyek, yaitu feronikel dan hydrometalurgi. Untuk proyek feronikel diperkirakan membutuhkan dana sekitar US$ 1 miliar dan hydrometalurgi diperkirakan butuh US$ 2-3 miliar. "Tergantung kapasitas produksinya," kata Dharma. Untuk hydrometalurgi, Dharma menjelaskan, baru akan dibangun pada 2011-2012 dengan kapasitas produksi awal 60.000 ton nikel per tahun. Dan direncanakan baru beroperasi pada 2016. Dharma menuturkan, semua hasil produksi kedua proyek itu akan diekspor, tidak ada yang untuk domestik. Hal ini karena tidak ada pasar yang mampu menyerap produk tersebut di dalam negeri. "Tapi kalau nanti ada permintaan dalam negeri, ya kenapa tidak," katanya. Saat ini Antam tengah mempersiapkan draft joint venture agreement (JVA) dengan BHP Billiton. Rencananya JVA tersebut akan ditandatangani awal 2008. Setelah JVA terbentuk, akan segera dibentuk joint venture company (JVC) dengan pembagian saham seimbang (50:50). Tahap selanjutnya baru bankable feasibility study. Mengenai keresahaan Antam tentang izin pemda Maluku Timur, kini juga sudah memberi persetujuan. "Secara lisan, persetujuan sudah diberikan. Selanjutnya Antam menunggu persetujuan secara tertulis," katanya. Antam berniat bekerjasama dengan BHP untuk masuk dalam wilayah KP (kontrak Penambangan) milik BHP di Buli. Namun berdasarkan aturan, KP itu harus dikembalikan dulu ke Pemda, baru boleh digarap berdua. Antam khawatir jika dikembalikan ke pemda maka akan diberikan ke perusahaan lain. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads