IHSG Perkasa dengan Rekor Baru
Selasa, 02 Okt 2007 12:09 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti jejak Wall Street yang berhasil kembali mengukir rekor baru.Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (2/10/2007), IHSG naik luar biasa 48,491 poin (2,02%) ke posisi tertingginya 2.447,947.Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, juga menguat 13 poin ke posisi 9.067 per dolar AS. Rekor IHSG sebelumnya terjadi pada 24 Juli 2007 di level 2.401,144.Setelah mengukir rekor baru ini, IHSG diperkirakan akan semakin melambung. Sampai akhir tahun IHSG diperkirakan bisa tembus ke kisaran 2.500-2.600."Dari sisi teknikal, IHSG yang memecahkan rekor tertinggi baru ini membentuk suatu arah kenaikan baru dengan titik 2.400 sebagai support, target menengah dan jangka panjang bisa 2.500-2.600," kata analis saham dari BNI Securities Alfatih saat dihubungi detikFinance, Selasa (2/10/2007).Kenaikan IHSG yang signifikan hari ini selain didongkrak sentimen positif bursa regional, juga dimotori penguatan rupiah. Inflasi September yang naik menjadi 0,8% dinilai masih dalam batas ekspektasi pasar sehingga tidak terlalu mengganggu pasar. Sentimen kinerja keuangan emiten di triwulan III-2007 juga cukup bagus.Indeks LQ-45 naik 11,550 poin (2,27%) ke posisi 520,606 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,528 poin (2,09%) ke level 416,290.Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 38.013 kali, dengan volume 3,150 miliar unit saham, senilai Rp 3,291 triliun. Sebanyak 117 saham, 48 saham turun dan 65 saham stagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer diantaranya, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 850 menjadi Rp 17.900, Telkom (TLKM) naik Rp 550 menjadi Rp 11.900, Global Mediacom (BMTR) naik Rp 90 menjadi Rp 1.220, Media Nusantara Citra (MNCN) naik Rp 70 menjadi Rp 950, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.010 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 3.625. Alfatih mengatakan sampai akhir tahun 2007, titik 2.500 optimistis bisa dicapai. Jika tidak ada faktor negatif seperti terulangnya krisis subprime mortgage dan kenaikan harga minyak yang signifikan bukan mustahil IHSG bisa mencapai 2.600 di akhir tahun.
(ard/ir)











































