5 Perusahaan Jumbo Antre IPO di Bursa

5 Perusahaan Jumbo Antre IPO di Bursa

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 23 Feb 2026 10:24 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat delapan calon perusahaan dalam antrean penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Setidaknya terdapat lima perusahaan dengan kategori aset berskala besar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, merinci, terdapat tiga calon perusahaan tercatat dengan aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara untuk lima calon perusahaan tercatat lainnya, memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar.

"3 perusahaan aset skala menengah, aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. 5 perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar," ungkap Nyoman dalam laporannya, dikutip Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedelapan calon perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Adapun rinciannya, dua perusahaan dari sektor basic materials; satu perusahaan sektor consumer cyclicals; satu perusahaan sektor energy; dua perusahaan sektor financials; satu perusahaan sektor Industrials; dan satu perusahaan sektor transportation & logistic.

ADVERTISEMENT

Selain itu, BEI juga mencatat 21 antrean penerbitan obligasi hingga 20 Februari. Adapun saat ini, BEI telah menerbitkan 20 emisi dari 13 penerbit Perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

"Sedangkan hingga saat ini, telah diterbitkan 20 emisi dari 13 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 15.71 triliun. Sampai dengan 20 Februari 2026 terdapat 30 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline," ungkap Nyoman.

Adapun rincian antrean obligasi berasal dari dua perusahaan sektor basic materials; satu perusahaan sektor consumer non-cyclicals; empat perusahaan sektor energy; 10 perusahaan sektor financials; satu perusahaan sektor Industrials; dan tiga perusahaan sektor infrastructures.

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads