LH dan HL Buronan Kasus Agis

LH dan HL Buronan Kasus Agis

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2007 13:59 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menetapkan HL dan HL sebagai buronan dalam kasus transaksi saham Agis.Keduanya dinyatakan menjadi otak utama dalam kasus yang mengarah perdagangan semu."Masih pencarian. Nanti kita kerjasama dengan kepolisian, kita akan keluarkan surat pencekalan (HL dan LH)," kata Ketua Bapepam LK, Fuad Rahmany di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (2/10/2007).Bapepam juga sudah mencabut izin Republic Securities karena keterlibatannya secara langsung dalam kasus tersebut."Republic itu pelaku utama, jadi pelaku utamanya HL sama LH, tapi dia menggunakan Republic Securities. Nah kemudian Republic Securities yang titip jual kemana-kemana," ujarnya. "Jadi dirutnya Republic, Benny itu sebagai pelaku utamanya. Jadi dirut dan kedua orang itu sebagai pelaku utama, tapi dua orang ini kan individu, nah ini gak ada dikejar-kejar, dicari enggak tau lagi ke mana," imbuh Fuad.Ia menambahkan, sanksi pencabutan izin Republic Securities sudah menjadi pukulan yang berat bagi perusahaan sekuritas sehingga perusahaan tidak lagi diperiksa secara hukum. Hanya individualnya yang diproses hukum."Kalau Republic Securities kan cuma administratif saja, dia kan dicabut izinnya. Nah itu jadi yg paling berat itu. Sanksi administratif yang paling berat kan dicabut izinnya," katanya.Dengan pencabutan izin itu, Republic Securities selamanya tidak bisa lagi masuk pasar modal. "Itu sudah kartu merah betul itu. Enggak bisa main lagi," tegas Fuad. Untuk sanksi 9 broker yang juga terlibat kasus Agis, Fuad mengaku belum tahu detail hukumannya."Nanti tergantung masing-masing kesalahannya berbeda. Nanti kita lihat dulu. Saya akan minta teman-temab untuk diputuskan," katanya. Mengenai nasib investor yang ada di Republic Securities, Fuad mengaku akan diselesaikan bersama dengan BEJ, KSEI dan KPEI. Dua investor LH dan HL diketahui paling banyak memesan saham Agis. Kedua investor ini juga diduga dekat dengan salah satu petinggi di perusahaan elektronik. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads