IHSG Semangat Baru di 2.464

IHSG Semangat Baru di 2.464

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2007 16:11 WIB
Jakarta - Pasar saham kembali meneruskan pencapaian rekor barunya yang terjadi sejak awal perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti jejak Wall Street dan bursa regional yang sangat positif.Pada penutupan perdagangan Selasa (2/10/2007), IHSG naik sangat tajam 65,487 poin (2,73%) ke rekor baru 2.464,943.Rekor IHSG sebelumnya terjadi pada 24 Juli 2007 di level 2.401,144.Setelah mengukir rekor baru ini, IHSG diperkirakan akan semakin melambung. Sampai akhir tahun IHSG diperkirakan bisa tembus ke kisaran 2.500-2.600."Dari sisi teknikal, IHSG yang memecahkan rekor tertinggi baru ini membentuk suatu arah kenaikan baru dengan titik 2.400 sebagai support, target menengah dan jangka panjang bisa 2.500-2.600," kata analis saham dari BNI Securities Alfatih saat dihubungi detikFinance, Selasa (2/10/2007).Kenaikan IHSG yang signifikan hari ini selain didongkrak sentimen positif bursa regional, juga masih dimotori penguatan rupiah. Inflasi September yang naik menjadi 0,8% juga dinilai masih dalam batas ekspektasi pasar. Sentimen kinerja keuangan emiten di triwulan III-2007 juga cukup bagus.Indeks LQ-45 naik 15,613 poin (3,07%) ke posisi 524,669 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 12,824 poin (3,14%) ke level 420,586.Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 70.206 kali, dengan volume 5,725 miliar unit saham, senilai Rp 6,243 triliun. Sebanyak 134 saham, 63 saham turun dan 67 saham stagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer diantaranya, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 5.050 menjadi Rp 69.100, Astra Internasional (ASIII) naik Rp 800 menjadi Rp 20.100, Telkom (TLKM) naik Rp 650 menjadi Rp 12.000, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 125 menjadi Rp 3.675, Media Nusantara Citra (MNCN) naik Rp 100 menjadi Rp 980 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 3.650. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 12.200, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 4.275 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.725. Alfatih mengatakan sampai akhir tahun titik 2.500 optimistis bisa dicapai. Jika tidak ada faktor negatif seperti terulangnya krisis subprime mortgage dan kenaikan harga minyak yang signifikan. Bukan mustahil IHSG bisa mencapai 2.600 di akhir tahun. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads