Emiten Tambang Tampil Memukau

Sepanjang 2007

Emiten Tambang Tampil Memukau

- detikFinance
Selasa, 02 Okt 2007 19:33 WIB
Jakarta - Kinerja emiten pertambangan hingga akhir tahun 2007 masih akan menunjukkan kenaikkan yang sangat bagus, baik dari segi harga sahamnya maupun kinerja laba bersihnya. Demikian diungkapkan oleh Kepala Riset Kresna Securities Adrian Rusmana dalam diskusi bertajuk "Prospek Industri Emiten Pertambangan Akhir Tahun 2007" di Hotel Borobudur, Jakarta (2/10/2007). "Dengan begitu besarnya reserve (cadangan) mineral kita, maka cash flow perusahaan sektor pertambangan akan semakin besar, apalagi kita tahu reserve kita cukup besar dibanding negara-negara maju lain," jelasnya. Adrian menambahkan, dengan adanya itikad pemerintah untuk membenahi regulasi atau peraturan yang tumpang tindih antara UU Pertambangan dengan UU Kehutanan, maka potensi usaha pertambangan menjadi semakin positif ke depan. "Apalagi dengan tingginya harga komoditas mineral, hal ini semakin mendongkrak peningkatan kinerja emiten pertambangan, meskipun tingginya harga minyak harus diwaspadai dengan peningkatan harga energi," jelasnya. Untuk emiten pertambangan, Adrian menjelaskan, ada beberapa hal yang diperhatikan oleh investor untuk menjadi acuan. "Yang pertama adalah operating cash flow yang didapat dari besarnya pencadangan, kemudian dilihat dari investasi yang menjadi indikator banyaknya proyek," ujarnya. Kedua, pendapatan yang besar jika memang harga komoditas sedang tinggi. Ketiga, cost of production. Dari ketiga hal tersebut, Adrian melihat bahwa hingga akhir tahun propek emiten pertambangan masih bagus. "Hingga akhir tahun kenaikkan harga saham pertambangan bisa sampai 132 persen, sementara kenaikkan laba bersih bisa sebesar 70-80 persen," ujarnya. Adrian menjelaskan, tingginya minat investor terhadap saham tambang di Indonesia disebabkan karena suplai saham yang sangat terbatas yakni, hanya ada 13 emiten dan yang sahamnya aktif hanya 10 emiten sementara cadangan kita berlimpah. "Jadi investor jangan takut, karena culture saham tambang itu jangka panjang sehingga investasi di tambang bukanlah gambling," ujarnya. Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Dedi Aditya.S mengatakan bahwa operating cost perseroan cukup bagus. "Cadangan kita cukup besar untuk nikel dan bauksit, tapi untuk emas hanya sampai 2013 karena itu kita akan melakukan akuisisi tambang emas, sementara harga komoditas untuk medium term masih sangat bagus, untuk ke depan tergantung operating cost terutama untuk feronikel," tuturnya. Dedi mengatakan bahwa kinerja perseroan cukup baik. "Harga saham kita dari mulai IPO sampai saat ini sudah naik 1.400 persen, sementara ROE rata-rata di atas 20 persen per tahun, dan ROA rata-rata 12 persen per tahun," jelasnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads